News / Internasional
Minggu, 15 Maret 2026 | 11:43 WIB
Rudal Iran (Tasnimnews)
Baca 10 detik
  • IRGC menetapkan perusahaan Amerika Serikat sebagai target militer sah di wilayah Timur Tengah.

  • Sektor teknologi, energi, dan finansial diminta segera mengosongkan fasilitas industri demi keamanan sipil.

  • Eskalasi terjadi pasca tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS dan Israel.

Tidak hanya teknologi, sektor vital seperti energi yang dikelola ExxonMobil dan Trafigura juga sangat terancam.

Dunia perbankan dan konsultan global seperti Citigroup dan KKR pun tidak luput dari peringatan keras.

Nama besar seperti Boston Consulting Group dan Bain & Company juga tercatat sebagai entitas yang diincar.

Ancaman yang dilontarkan oleh pihak Iran ini ditegaskan bukan merupakan sebuah gertakan politik belaka.

Kenyataannya, kerusakan fisik akibat serangan nyata sudah mulai dirasakan oleh beberapa perusahaan raksasa Amerika tersebut.

Pada tanggal 2 Maret yang lalu, manajemen Amazon telah mengonfirmasi adanya kerusakan pada infrastruktur mereka.

Dua pusat data di Uni Emirat Arab dan satu fasilitas di Bahrain hancur akibat drone.

Serangan pesawat tanpa awak tersebut membuktikan bahwa kapabilitas militer Iran mampu menjangkau target-target strategis.

Situasi ini memicu kepanikan luar biasa bagi para pelaku usaha internasional yang beroperasi di wilayah tersebut.

Baca Juga: Wujudkan Ekonomi Hijau, Portofolio Green Loans BRI Tembus Rp93,2 Triliun

Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa ini hanyalah awal dari gelombang serangan yang jauh lebih masif.

Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih setelah serangan gabungan terjadi pada 28 Februari lalu.

Aksi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran memicu kemarahan besar.

Tragedi tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 1.300 orang dalam waktu yang sangat singkat sekali.

Kehilangan yang paling memukul pihak Teheran adalah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran yaitu Ayatollah Ali Khamenei.

Kematian pemimpin tertinggi ini menjadi katalisator utama bagi IRGC untuk melakukan aksi balasan yang mematikan.

Load More