News / Nasional
Minggu, 15 Maret 2026 | 14:55 WIB
Megawati (43), ibu dari siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 20 Banjarbaru yang bernama Kholemy Almu Dhatser (15). (Dok: Kemensos)

"Sejak bantuan diterima hari Senin (09/03/2026) kemarin, total yg didapat dari berjualan kelontong sebesar Rp400 ribu. Alhamdulillah bisa makan untuk sekeluarga dan sebagian besar lainnya diputar untuk modal warungan lagi," kata Megawati.

Dirinya juga mengungkapkan keinginannya untuk menekuni usaha warung kelontong yang Ia dapat.

"Semoga saya bisa mengembangkan bantuan ini. Rasanya seperti bermimpi mendapat bantuan ini," ungkapnya.

Selain warung kelontong, Sentra Budi Luhur Banjarbaru juga menyerahkan bantuan ternak ayam untuk menambah penghasilan keluarga. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan saling melengkapi dan mempercepat proses keluarga Megawati terlepas dari jeratan kemiskinan.

Sentra Budi Luhur Banjarbaru turut menyalurkan bantuan kebutuhan dasar dan nutrisi guna memastikan keluarga tersebut menjalani ibadah di Ramadan dengan nyaman.

"Saya hari ini melihat Kholemy sekolah di SR rasanya bahagia sekali, dibantu oleh Pemerintah, meringankan beban kami. Bersyukur sekali ada SR. Kalau tidak ada program ini mungkin anak saya Kholemy putus sekolah," ucap Megawati.

Sebelumnya, Megawati merupakan ibu dari Kholemy Almu Dhatser, salah satu siswa kelas 1 SRMP 20 Banjarbaru asal Kab. Barito Kuala. Kholemy adalah anak ketiga dari 9 bersaudara. Kholemy sempat putus sekolah selama setahun karena kendala biaya dan sempat bekerja menjadi buruh harian lepas sebagai kuli angkut sawit dan bekerja serabutan lainnya yang bisa dilakukan untuk membantu perekonomian keluarga. Hadirnya program Sekolah Rakyat telah mengubah langkah baru Kholemy menjadi lebih mantap lagi untuk mengukir masa depan yang lebih baik dan menjadi kesempatan untuk membawa keluarganya keluar dari jerat kemiskinan yang selama ini dialami.***

Load More