News / Nasional
Senin, 16 Maret 2026 | 12:28 WIB
Komisi III DPR RI menggelar rapat internal khusus untuk membahas kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (16/3/2026). (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Komisi III DPR RI rapat khusus bahas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Kompleks Parlemen, Senin (16/3/2026).
  • Seluruh fraksi mengecam keras insiden penyerangan aktivis HAM tersebut dan mendesak kepolisian mengusut tuntas sampai aktor intelektual.
  • Insiden terjadi saat korban pulang dari rekaman siniar membahas UU TNI; pelaku menyiramkan cairan lalu melarikan diri.

Di sisi lain, Fraksi Demokrat tidak hanya menyoroti aspek hukum, tetapi juga aspek kemanusiaan terkait pemulihan korban. Hinca Panjaitan meminta perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan.

“Selain meminta Polri untuk segera mengusut tuntas, kami ingin menekankan agar Menteri Kesehatan segera memberi pelayanan kesehatan terbaik agar saudara Andri Yunus segera pulih dan bisa beraktivitas lagi sebagaimana mestinya,” kata Hinca.

Sebelumnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengeluarkan pernyataan tegas mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas pelaku penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Insiden mengerikan ini terjadi di kawasan Jakarta Pusat dan menambah daftar panjang kekerasan terhadap pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menegaskan bahwa serangan ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan bentuk kekerasan serius yang menargetkan individu karena aktivitas advokasi mereka.

Menurutnya, penyelidikan menyeluruh oleh kepolisian sangat diperlukan untuk mengungkap dalang di balik aksi brutal tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada malam hari, tepatnya sekitar pukul 23.37 WIB.

Saat itu, korban baru saja menyelesaikan agenda profesionalnya di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Di lokasi tersebut, Andrie diketahui baru saja melakukan rekaman siniar (podcast) yang membahas isu-isu sensitif terkait militerisme dan rencana judicial review terhadap Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI).

Baca Juga: Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS

Saat sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, Andrie tiba-tiba didekati oleh dua orang tidak dikenal (OTK) yang juga berboncengan menggunakan sepeda motor.

Tanpa peringatan, pelaku langsung menyiramkan cairan air keras ke arah tubuh korban sebelum akhirnya melarikan diri dengan kecepatan tinggi ke arah kegelapan malam.

Load More