- Kepala keamanan Iran mengumumkan penangkapan 500 individu yang diduga mata-mata untuk kepentingan asing pada Minggu (15/3).
- Sebanyak 250 tahanan memberikan informasi serangan yang terjadi menyusul eskalasi militer akhir Februari.
- Operasi kontra-intelijen besar ini bertujuan memutus rantai informasi yang mengalir ke musuh dan media anti-Iran.
Suara.com - Otoritas keamanan tertinggi Iran mengumumkan keberhasilan operasi intelijen besar-besaran di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Kepala keamanan Iran, Ahmad Reza Radan, memberikan pernyataan resmi pada Minggu (15/3) mengenai penangkapan ratusan individu yang dituduh melakukan aktivitas spionase untuk kepentingan asing.
Operasi ini dilakukan menyusul serangkaian peristiwa militer yang mengguncang stabilitas nasional Iran dalam beberapa pekan terakhir.
Ahmad Reza Radan mengonfirmasi bahwa Iran telah menahan "500 mata-mata" yang bekerja untuk "musuh" dan "media anti-Iran," termasuk mereka yang memberikan data untuk serangan terhadap Iran.
Penangkapan ini menjadi salah satu operasi kontra-intelijen terbesar yang pernah diumumkan oleh Teheran.
Penangkapan ini adalah bagian dari operasi memutus rantai informasi yang mengalir dari dalam negeri menuju pihak-pihak luar yang dianggap sebagai ancaman kedaulatan.
Dalam keterangannya kepada media, Radan merinci klasifikasi dari para tahanan tersebut.
"Iran telah menahan 500 mata-mata, yang mengirimkan informasi kepada musuh dan media anti-Iran," kata Radan seperti dikutip oleh kantor berita Fars.
Pernyataan ini menegaskan bahwa jaringan mata-mata tersebut tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga menggunakan saluran media sebagai alat untuk menyebarkan informasi atau melakukan propaganda yang merugikan posisi Iran di mata internasional.
Pihak keamanan Iran juga menyoroti peran spesifik dari sebagian tahanan yang dianggap memiliki dampak paling merusak.
Baca Juga: Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat
Ahmad Reza Radan menambahkan bahwa 250 dari mereka yang ditahan memberikan informasi tentang serangan, dan "memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok tertentu, serta berupaya mengganggu ketertiban umum."
Kelompok-kelompok ini diduga memiliki afiliasi langsung dengan badan intelijen asing yang merancang skenario destabilisasi di berbagai wilayah strategis Iran.
Konteks penangkapan besar-besaran ini berkaitan erat dengan peristiwa militer yang terjadi pada akhir Februari.
Iran telah menyerang wilayah Israel dan target militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari.
Serangan balasan tersebut menandai eskalasi terbuka setelah Iran merasa kedaulatannya dilanggar secara fatal oleh operasi militer asing yang masuk ke wilayah mereka.
Dampak dari operasi militer gabungan pada 28 Februari tersebut dilaporkan sangat masif dan menyasar jantung kepemimpinan negara.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel
-
Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat
-
Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir
-
Batal Ambil Suaka di Australia, Keluarga Kapten Timnas Putri Iran Diduga Diintimidasi
-
Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti