- Kepala keamanan Iran mengumumkan penangkapan 500 individu yang diduga mata-mata untuk kepentingan asing pada Minggu (15/3).
- Sebanyak 250 tahanan memberikan informasi serangan yang terjadi menyusul eskalasi militer akhir Februari.
- Operasi kontra-intelijen besar ini bertujuan memutus rantai informasi yang mengalir ke musuh dan media anti-Iran.
Hari pertama aksi militer itu mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur, sebuah peristiwa yang mengubah peta politik dan keamanan di seluruh kawasan Timur Tengah secara drastis.
Kehilangan figur sentral ini memicu kemarahan publik dan respons militer yang cepat dari korps keamanan Iran.
Selain menyasar target kepemimpinan, serangan udara yang diluncurkan oleh pasukan asing juga mengenai fasilitas sipil.
Sebuah sekolah perempuan di Iran selatan juga porak-poranda setelah dibombardir pasukan AS dalam rangkaian operasi yang sama.
Serangan terhadap fasilitas pendidikan ini menambah daftar panjang kerusakan infrastruktur non-militer yang harus dihadapi oleh warga sipil di wilayah selatan.
Skala kerugian manusia akibat konflik ini mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan. Iran memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.300 orang akibat rangkaian serangan yang dimulai sejak akhir Februari tersebut.
Angka kematian yang tinggi ini mencakup personel militer dan warga sipil yang terjebak dalam zona pertempuran atau menjadi korban bombardir di area pemukiman.
Penangkapan 500 mata-mata ini dipandang sebagai langkah krusial bagi Teheran untuk mencegah kebocoran data lebih lanjut di masa depan.
Dengan tertangkapnya 250 orang yang secara spesifik memberikan data koordinat serangan, pemerintah Iran berupaya menutup celah keamanan yang selama ini dimanfaatkan oleh pihak luar untuk melakukan serangan presisi terhadap target-target penting di dalam negeri.
Baca Juga: Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat
Situasi di lapangan saat ini masih menunjukkan kewaspadaan tinggi dari aparat keamanan Iran. Ahmad Reza Radan menegaskan bahwa operasi pembersihan terhadap elemen-elemen yang dianggap sebagai pengkhianat negara akan terus dilakukan.
Fokus penyelidikan kini diarahkan pada bagaimana jaringan mata-mata ini bisa menembus lapisan keamanan negara dan sejauh mana keterlibatan "media anti-Iran" dalam memfasilitasi komunikasi para agen spionase tersebut dengan pusat komando musuh di luar negeri.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel
-
Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat
-
Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir
-
Batal Ambil Suaka di Australia, Keluarga Kapten Timnas Putri Iran Diduga Diintimidasi
-
Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga