- Dua perantau asal Madura, Rizky dan Uki, menunggu bus Gunung Harta di Terminal Kalideres menuju kampung halaman.
- Rizky terpaksa naik bus 12 jam karena belum menerima gaji bulanan dari tempat kerjanya di Jakarta.
- Mereka memilih moda transportasi bus untuk berhemat agar sisa dana dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga di Madura.
Suara.com - Deru mesin bus yang bersahutan berpadu dengan aroma solar yang khas memenuhi udara di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Di tengah hiruk pikuk para pemudik yang bersiap pulang ke kampung halaman, harapan dan kerinduan bercampur menjadi satu.
Di antara kerumunan itu, dua perantau asal Madura, Rizky Aditya Maulana Saputra dan rekannya yang akrab disapa Uki, tampak menunggu keberangkatan bus menuju Surabaya. Dari sana, mereka akan melanjutkan perjalanan ke kampung halaman mereka di Madura.
Keduanya dijadwalkan berangkat menggunakan bus Gunung Harta pada pukul 12.00 WIB. Sambil menunggu waktu keberangkatan, mereka berbagi cerita tentang makna mudik dan perjuangan hidup sebagai perantau di Jakarta.
Bagi Rizky, momen pulang kampung selalu menjadi saat yang paling dinanti.
“Kumpul sama keluarga, Kak. Karena momen terindah itu cuma sekali setahun, pas Lebaran,” ujarnya dengan mata berbinar.
Namun di balik kerinduan tersebut, ada kisah getir yang harus ia jalani selama merantau.
Gaji Tak Dibayar, Terpaksa Mudik Naik Bus
Biasanya Rizky memilih pulang menggunakan pesawat karena perjalanan dari Jakarta ke Surabaya hanya memakan waktu sekitar dua jam. Namun tahun ini situasinya berbeda.
Ia terpaksa memilih bus dengan waktu perjalanan sekitar 12 jam karena kondisi ekonomi yang sedang sulit. Rizky mengaku belum menerima gaji dari tempatnya bekerja.
Baca Juga: ASDP Klaim Antrean Kendaraan di Gilimanuk Berkurang Jadi 20 KM
“Sebenarnya biasanya naik pesawat. Tapi sekarang ekonomi lagi menurun dan bos belum bayar gaji, jadi terpaksa naik bus,” kata Rizky.
Ia menceritakan bagaimana beratnya menjalani kehidupan di Jakarta ketika upah yang diharapkan tidak kunjung cair, sementara kebutuhan keluarga di kampung terus berjalan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuatnya harus berjuang lebih keras demi tetap bisa mengirim uang untuk keluarga di Madura.
“Kerja sampai satu bulan ternyata nggak digaji. Istri di Madura minta kiriman, anak juga sakit. Susah, Kak. Jangankan beli baju Lebaran, buat beli susu anak saja harus utang ke sana ke sini,” tuturnya dengan nada sedih.
Mudik Hemat Demi Bisa Bahagiakan Keluarga
Meski perjalanan bus jauh lebih lama dibanding pesawat, Rizky tetap memilihnya demi berhemat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Amien Rais Sebut Pengaruh Seskab Teddy Kalahkan Tokoh Senior Dasco dan Sjafrie Sjamsoeddin
-
Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya
-
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi