- Analis Ubedilah Badrun menduga aktor intelektual penyerangan KontraS terkait kritik Andrie Yunus terhadap remiliterisasi.
- Dugaan aktor intelektual terbagi tiga: komando struktural BAIS, elit strategis istana, atau kekuatan politik besar.
- Kasus ini berpotensi mengikuti pola Novel Baswedan, di mana penanganan hukum berhenti pada eksekutor lapangan.
3. Perseteruan Kekuatan Politik Besar
Dugaan terakhir menyangkut adanya dukungan finansial dari kekuatan politik tertentu yang sedang berseteru.
“Yang ketiga adalah pelaksana ini, eksekusi ini adalah orang yang tergoda oleh kekuatan besar politik yang memberikan dukungan finansial pada aktor eksekusi ini. Dan itu menjadi satu pola, bisa jadi itu pembusukan institusi atau yang lain. Karena perseteruan kekuatan besar politik, kalau mau disebut kan misalnya antara kekuatan Jakarta dengan Solo misalnya, kita enggak tahu. Jadi siapa aktor intelektual dugaan saya tiga itu kemungkinannya," katanya.
Lebih lanjut, Ubedilah merangkum bahwa penyerangan ini berdiri di atas tiga asumsi dasar.
“Asumsi pertama karena paradigma militerisme belum hilang, asumsi kedua karena kepentingan elit di istana, dan asumsi ketiga adalah kepentingan kekuatan politik besar di balik itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Markas Besar (Mabes) TNI Mayor Jenderal (Mayjen) Yusri Nuryanto telah mengonfirmasi bahwa empat pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut berasal dari Bais TNI.
Adapun para pelaku yang kini tengah diproses adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Proyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Ditarget Sulap 2.131 Ton Sampah Bandung Jadi Listrik
-
Curang! John Herdman Usir Pelatih Vietnam Intip Pemanasan Timnas Indonesia
-
Lansia di Cakung Disekap Saat Hendak Salat Zuhur, Emas hingga HP Raib Digondol Perampok
-
Siapa Ece Andi? Penjual Cilok Pelabuhanratu yang Viral Karena 'Mirip' Lionel Messi
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci
-
Bukan Pagar Malnya yang Salah, Diamnya Manajemen Dinilai Bikin Geram
-
Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra