- Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengklaim musuh telah dikalahkan melalui pesan tertulis Nowruz pada 20 Maret 2026.
- Khamenei menilai kesalahan perhitungan AS dan Israel gagal memicu pemberontakan meskipun melakukan serangan berkelanjutan.
- Pemimpin Iran menyerukan perdamaian antara Afghanistan dan Pakistan, serta membantah keterlibatan dalam serangan di Turkiye dan Oman.
Suara.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa musuh negaranya telah dikalahkan di tengah serangan berkelanjutan dari Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan itu disampaikan dalam pesan tertulis perayaan Nowruz atau tahun baru Persia yang dibacakan di televisi nasional, Jumat (20/3/2026) waktu setempat.
“Kami menyaksikan bahwa berkat persatuan luar biasa di antara rakyat, musuh telah dikalahkan,” ujar Khamenei dalam pesannya seperti dilansir dari Aljazeera
Mojtaba menekankan bahwa perbedaan latar belakang agama, budaya, hingga politik tidak menghalangi solidaritas nasional.
Mojtaba Khamenei juga menyebut tahun baru Persia kali ini sebagai momen ekonomi perlawanan dalam bingkai persatuan dan keamanan nasional.
Mojtaba Khamenei juga memuji ketahanan rakyat Iran yang tetap berdiri di tengah tekanan militer dan politik.
Mojtaba Khamenei dalam pesannya juga menilai Amerika Serikat dan Israel melakukan kesalahan besar dengan mengira serangan cepat akan memicu pemberontakan rakyat.
“Itu adalah salah perhitungan besar. Mereka mengira dalam satu atau dua hari rakyat akan menggulingkan sistem,” tegasnya.
Ia menambahkan, serangan tersebut didasarkan pada ilusi bahwa kematian tokoh-tokoh penting Iran akan menimbulkan ketakutan massal.
Baca Juga: Israel Blokir Akses Al Aqsa untuk Pertama Kali Sejak 1967, Ratusan Umat Muslim Gagal Salat Id
“Sebaliknya, retakan justru muncul di pihak musuh,” kata Khamenei.
Sejumlah analis menilai sistem politik Iran memang dirancang untuk bertahan dalam kondisi krisis ekstrem.
Konstitusi negara itu disebut memiliki semacam protokol kelangsungan guna mengantisipasi kekosongan kekuasaan mendadak.
Khamenei juga membantah keterlibatan Iran dalam serangan terhadap Turkiye dan Oman.
Ia menyebut insiden tersebut sebagai operasi false flag yang bertujuan memecah belah negara-negara kawasan.
“Itu adalah upaya musuh untuk menabur perpecahan di antara negara-negara tetangga, dan hal serupa bisa terjadi di tempat lain,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Momen Prabowo Laksanakan Salat Id Hingga Halalbihalal dengan Masyarakat Aceh Tamiang
-
Viral! Dikabarkan Tewas Sejak 2019, Sosok Ini Sangat Mirip Jeffrey Epstein, Apakah Ia Masih Hidup?
-
Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Gabung Warga Huntara di Masjid Darussalam
-
Lebaran 2026 di Zona Perang: Gaza, Iran, dan Lebanon Rayakan Idul Fitri Tanpa Sukacita
-
Megawati Rayakan Lebaran Bersama Keluarga dan Sahabat, Beri Pesan soal Persaudaraan
-
Wapres Gibran Salat Bersama Jan Ethes di Masjid Istiqlal
-
67 Tahanan Rayakan Idulfitri di Rutan, KPK Sediakan Layanan Khusus
-
Dasco Tak Gelar Griya Lebaran Tahun ini,: Sebagian Rakyat Masih Berduka
-
Setelah dari Aceh, Prabowo Buka Gerbang Istana Jakarta untuk Halalbihalal Rakyat di Hari Lebaran
-
Prabowo Bagikan Ribuan Sembako saat Malam Takbiran di Medan