- Kementerian Keuangan AS pada 20 Maret 2026 mencabut sanksi minyak mentah Iran guna mengatasi krisis energi global.
- Kebijakan ini memungkinkan minyak Iran yang terangkut sebelum tanggal tersebut dijual hingga batas waktu 10 April mendatang.
- Langkah ini bertujuan menyuntikkan 140 juta barel minyak ke pasar untuk menurunkan harga dunia yang melonjak akibat konflik.
Suara.com - Kementerian Keuangan Amerika Serikat pada Jumat (20/3/2026) mengumumkan pencabutan sanksi untuk minyak mentah Iran yang sudah diangkut di dalam kapal-kapal tanker. Pencabutan sanksi ini adalah upaya AS untuk meringankan krisis energi akibat perang di Timur Tengah yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.
Dengan keputusan itu maka semua minyak Iran yang diangkut ke kapal tanker sejak sebelum 20 Maret boleh dijual dan tentu saja menjadi pendapatan untuk Teheran. Kebijakan ini berlaku hingga 10 April mendatang.
Sebelumnya AS juga mencabut sanksi terhadap minyak Rusia dan mengizinkan negara seperti India untuk membeli minyak dari Vladimir Putin, yang sebelumnya dikenai sanksi terkait Perang Ukraina.
"Saat ini minyak Iran ditimbun oleh China dengan harga murah," kata Menteri Keuangan AS Scott Besent.
"Dengan membuka kunci pasokan yang ada ini ke dunia, AS bisa dengan cepat mengguyur 140 juta barel minyak ke pasar global sehingga bisa mengurangi tekanan ke pasar energi dunia," lanjut dia.
Harga minyak dunia saat ini melonjak ke di atas 100 dolar AS per barel dan memicu krisis energi di dunia. Penyebabnya adalah ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran sejak wilayahnya diserang Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Selat Hormuz sangat vital untuk pasokan energi dunia. Sekitar 20 persen minyak dan lebih dari seperempat pasokan gas dunia diekspor melalui selat sempit tersebut.
Sementara itu Teheran mengatakan bahwa pihaknya tak memiliki pasokan minyak berlebih untuk pasar internasional.
"Saat ini Iran tak memiliki minyak mentah berlebih di perairam untuk memasok pasar internasional dan pertanyaan menteri keuangan AS hanya memberikan harapan kosong pada pembeli," jelas Menteri Perminyakan Iran Sama Ghoddoosi di X.
Baca Juga: AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?
Harga minyak dunia pada Jumat kemarin masih berada di atas 100 dolar AS per barel, dengan Brent berada di kisaran 112 dolar AS per barel dan WTI yang biasanya lebih murah dijual di angka 98,32 dolar AS per barel.
Berita Terkait
-
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel
-
FIFA Terus Didesak Pindahkan Laga Iran di Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026
-
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun
-
Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan
-
Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM