News / Nasional
Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen untuk menyumbang sebesar USD 1 miliar kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI]
Baca 10 detik
  • Presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8% melalui penciptaan lapangan kerja masif melalui beragam inisiatif strategis.
  • Program Makan Bergizi Gratis diperkirakan menyerap 1,5 juta tenaga kerja langsung dan tambahan 1,5 juta dari rantai pasok.
  • Pembangunan satu juta rumah ditargetkan menyerap hingga 5 juta pekerja, didukung program Koperasi Desa dan Kampung Nelayan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto tengah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tembus ke angka 8%. Salah satu strateginya adalah dengan menciptakan banyak lapangan kerja.

Berbagai inisiatif telah dilakukan untuk bisa menciptakan lapangan kerja, mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga program pembangunan satu juta rumah.

Prabowo menyoroti besarnya dampak program MBG terhadap penyerapan tenaga kerja. Ia menyebutkan bahwa pada puncaknya, program ini akan memiliki sekitar 30 ribu dapur yang masing-masing mempekerjakan 50 orang.

“Itu sudah 1,5 juta,” kata Prabowo, dikutip Minggu (22/3/2026).

Tak hanya itu, setiap dapur juga akan melibatkan rantai pasok dari para vendor bahan pangan yang diperkirakan menyerap tambahan hingga 1,5 juta tenaga kerja lagi.

Selain MBG, pemerintah juga mengandalkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. Dengan target 80 ribu koperasi yang masing-masing mempekerjakan sekitar 18 orang, program ini berpotensi menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.

Di sektor kelautan, Kampung Nelayan Merah Putih difokuskan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 1.100 kampung nelayan pada 2026.

“Kita bikin pilot project di Biak, penghasilannya nelayan itu naik rata-rata 60 persen sampai 80 persen,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga: Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Sementara itu, program pembangunan satu juta rumah disebut menjadi salah satu motor terbesar penciptaan lapangan kerja.

Setiap unit rumah diperkirakan melibatkan lima pekerja, sehingga totalnya bisa menyerap hingga 5 juta tenaga kerja, belum termasuk efek berantai dari industri pendukung seperti bahan bangunan dan utilitas.

Prabowo optimistis, kombinasi dari seluruh program tersebut akan menjadi lokomotif ekonomi nasional.

“Saya yakin ketika ini berjalan, itu akan lebih dari 8 persen,” ujarnya.

Load More