- Dwintha Anggary (36) dibunuh pada Sabtu (21/3/2026) dini hari di Cipayung, Jakarta Timur, dengan tersangka utama WNA Iran bernama Fuad.
- Fuad adalah mantan suami siri korban yang dikenal tertutup dan berhasil ditangkap di Tol Tangerang-Merak sore harinya.
- Motif pembunuhan diduga kuat karena penolakan rujuk dari korban setelah Fuad datang dengan dalih meminjam sepeda motor.
Kehadiran Fuad yang konsisten di area tersebut menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk memetakan pergerakannya sebelum dan sesudah waktu kematian korban yang diperkirakan terjadi pada dini hari.
Penemuan jasad Dwintha sendiri bermula dari kecurigaan sang ibu yang mendatangi kontrakan sekitar pukul 03.00 WIB.
Kondisi tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan adanya upaya pelaku untuk menutupi jejak, di mana pintu kamar terkunci dari dalam namun jendela ditemukan dalam keadaan terbuka.
Di dalam ruangan itulah, Dwintha ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai dengan kondisi yang mengenaskan.
“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai, dengan kondisi terdapat darah mengering di sekitar lokasi,” ujar Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, Ressa Fiardi Marasabessy.
Polisi yang melakukan olah TKP menemukan bercak darah yang sudah mengering di area kasur dan lantai. Meskipun kondisi kamar berantakan, tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.
Telepon genggam Dwintha masih berada di lokasi, yang mengarahkan dugaan polisi bahwa motif pembunuhan ini bukanlah perampokan, melainkan persoalan pribadi yang mendalam antara pelaku dan korban.
Pelarian Fuad berakhir dengan cepat setelah tim gabungan dari Polsek Cipayung dan penyidik Polda Metro Jaya melakukan pengejaran intensif.
Hanya berselang beberapa jam setelah penemuan mayat, Fuad berhasil diringkus di ruas Tol Tangerang–Merak sekitar pukul 13.30 WIB.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
Saat ditangkap, ia diduga hendak melarikan diri lebih jauh untuk menghindari kejaran petugas. Fuad kemudian langsung digelandang ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan maraton guna mengungkap fakta-fakta baru di balik tindakan nekatnya.
Motif di balik pembunuhan ini diduga kuat dipicu oleh asmara dan penolakan. Berdasarkan data yang dihimpun penyidik, Fuad mendatangi Dwintha dengan dalih ingin meminjam sepeda motor.
Namun, tujuan sebenarnya adalah untuk mengajak korban rujuk kembali setelah mereka berpisah selama satu bulan terakhir.
Penolakan tegas dari Dwintha disinyalir menjadi pemantik emosi Fuad yang tak terkendali hingga berujung pada kekerasan fisik yang mematikan.
Penyidik kini tengah mendalami bagaimana Fuad bisa masuk ke dalam kamar yang terkunci tersebut. Ada dugaan kuat bahwa Fuad masih memegang kunci duplikat rumah kontrakan tersebut, mengingat ia adalah mantan suami siri korban.
Polisi terus mengumpulkan bukti-bukti forensik dan keterangan tambahan untuk menyusun kronologi utuh dari saat Fuad masuk ke rumah hingga ia melarikan diri melalui jendela.
“Pintu kamar dalam kondisi terkunci dari dalam. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia,” ujar AKBP Ressa.
Jenazah Dwintha Anggary telah menjalani autopsi di RS Polri Kramat Jati untuk memastikan penyebab pasti kematiannya sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di TPU Pondok Rangon.
Sementara itu, Fuad terancam jeratan hukum berat atas tindakannya yang telah menghilangkan nyawa cucu dari salah satu legenda komedi Indonesia tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat akan kerentanan kekerasan dalam hubungan personal yang berujung fatal di tengah masyarakat urban Jakarta.
Berita Terkait
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Cucu Mpok Nori Dibunuh Orang Irak, Karena Menolak Rujuk?
-
Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih
-
Teriakan Andrie Pecah di Salemba, Teror Air Keras jadi Upaya Pembunuhan Berencana
-
Sadis! Pasutri di Cirebon Habisi Nyawa Tukang Pijat Hamil 8 Bulan Demi Uang Rp83 Ribu
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi