News / Internasional
Senin, 23 Maret 2026 | 11:00 WIB
Benjamin Netanyahu (ig Benjamin Netanyahu)
Baca 10 detik
  • Rudal Iran menghantam Arad dan Dimona menyebabkan seratusan warga Israel terluka parah.

  • PM Netanyahu bersumpah membalas serangan Iran dan menyebut situasi ini masa sulit Israel.

  • Sistem pertahanan Israel gagal mencegat rudal balistik Iran yang menyasar fasilitas nuklir strategis.

Petugas medis melaporkan setidaknya 88 warga di Arad membutuhkan perawatan intensif akibat luka ledakan yang serius.

Pusat kota Arad mengalami kehancuran fasad bangunan yang cukup parah akibat guncangan dari proyektil balistik tersebut.

Sementara itu, di wilayah Dimona, tercatat 39 orang terluka dengan kondisi yang sangat memprihatinkan bagi beberapa korban.

Seorang anak berusia sepuluh tahun dilaporkan dalam keadaan kritis setelah terkena pecahan tajam dari material bangunan.

Beberapa hunian warga di Dimona rata dengan tanah dan meninggalkan kawah besar di titik jatuh rudal.

Sistem pertahanan udara yang biasanya diandalkan ternyata tidak mampu menghentikan laju proyektil Iran dalam insiden ini.

Laporan dari AFP menyebutkan bahwa rudal pencegat sempat dilepaskan namun tidak berhasil mengenai sasaran di udara.

Dampaknya, hulu ledak seberat ratusan kilogram menghantam tanah dan menciptakan kerusakan yang sangat luar biasa luasnya.

Militer Israel saat ini tengah melakukan investigasi mendalam untuk memahami penyebab kegagalan teknis pada sistem mereka.

Baca Juga: Israel Lumpuh, Iran Sulap 2 Wilayah Zionis Ini Jadi Kota Hantu

Analisis lapangan menunjukkan tiga struktur bangunan utama di Arad mengalami kebakaran hebat dan kerusakan struktural.

Di Dimona, dampak ledakan terlihat dari jendela-jendela gedung yang hancur total dalam radius yang cukup jauh.

Lokasi serangan di Dimona sangat krusial karena merupakan titik lokasi fasilitas nuklir utama milik pemerintah Israel.

Iran sendiri secara terang-terangan mengakui bahwa operasi militer ini adalah tindakan balasan atas sabotase di Natanz.

Televisi pemerintah Iran menyiarkan bahwa serangan ini menyasar aset strategis sebagai respon atas serangan sebelumnya.

Gelombang serangan udara ini merupakan bagian dari rangkaian konflik yang meningkat sejak akhir Februari yang lalu.

Load More