-
Rudal Iran menghantam Arad dan Dimona menyebabkan seratusan warga Israel terluka parah.
-
PM Netanyahu bersumpah membalas serangan Iran dan menyebut situasi ini masa sulit Israel.
-
Sistem pertahanan Israel gagal mencegat rudal balistik Iran yang menyasar fasilitas nuklir strategis.
Petugas medis melaporkan setidaknya 88 warga di Arad membutuhkan perawatan intensif akibat luka ledakan yang serius.
Pusat kota Arad mengalami kehancuran fasad bangunan yang cukup parah akibat guncangan dari proyektil balistik tersebut.
Sementara itu, di wilayah Dimona, tercatat 39 orang terluka dengan kondisi yang sangat memprihatinkan bagi beberapa korban.
Seorang anak berusia sepuluh tahun dilaporkan dalam keadaan kritis setelah terkena pecahan tajam dari material bangunan.
Beberapa hunian warga di Dimona rata dengan tanah dan meninggalkan kawah besar di titik jatuh rudal.
Sistem pertahanan udara yang biasanya diandalkan ternyata tidak mampu menghentikan laju proyektil Iran dalam insiden ini.
Laporan dari AFP menyebutkan bahwa rudal pencegat sempat dilepaskan namun tidak berhasil mengenai sasaran di udara.
Dampaknya, hulu ledak seberat ratusan kilogram menghantam tanah dan menciptakan kerusakan yang sangat luar biasa luasnya.
Militer Israel saat ini tengah melakukan investigasi mendalam untuk memahami penyebab kegagalan teknis pada sistem mereka.
Baca Juga: Israel Lumpuh, Iran Sulap 2 Wilayah Zionis Ini Jadi Kota Hantu
Analisis lapangan menunjukkan tiga struktur bangunan utama di Arad mengalami kebakaran hebat dan kerusakan struktural.
Di Dimona, dampak ledakan terlihat dari jendela-jendela gedung yang hancur total dalam radius yang cukup jauh.
Lokasi serangan di Dimona sangat krusial karena merupakan titik lokasi fasilitas nuklir utama milik pemerintah Israel.
Iran sendiri secara terang-terangan mengakui bahwa operasi militer ini adalah tindakan balasan atas sabotase di Natanz.
Televisi pemerintah Iran menyiarkan bahwa serangan ini menyasar aset strategis sebagai respon atas serangan sebelumnya.
Gelombang serangan udara ini merupakan bagian dari rangkaian konflik yang meningkat sejak akhir Februari yang lalu.
Israel terus bersiaga penuh mengantisipasi kemungkinan adanya serangan susulan dari arah perbatasan utara maupun timur.
Situasi kemanusiaan di wilayah selatan Israel kini menjadi perhatian dunia internasional karena jumlah korban yang besar.
Pemerintah Israel menegaskan bahwa setiap agresi akan dijawab dengan kekuatan militer yang setimpal dalam waktu dekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Penantian 1 Tahun Berbuah Manis, Jurnal Al-Daulah UIN Alauddin Tembus Scopus
-
AIESEC in UI Hadirkan Global Village Summer 2026, Kenalkan Keberagaman dan Peduli Lingkungan
-
5 Rekomendasi Bedak untuk Wanita Usia 40 Tahun ke Atas yang Tidak Memperjelas Kerutan sesuai Review
-
Salah Alamat, Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Pindah Praperadilan ke PN Jakpus, Digelar 12 Agustus
-
Apa Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Mengukur Tekanan Darah? Ini 3 Pilihan Mulai Rp2 Jutaan
-
45 Persen Konsumsi Nasional Dikuasai 20 Persen Orang Kaya, Sisanya Tetap Hidup Miskin
-
Jangan Cuma Mengeluh, GSI Dorong Generasi Muda Jadi Solusi bagi Daerah
-
Marc Marquez Waspadai Tantangan Besar di GP Inggris 2026, Ini Penyebabnya
-
Penembakan Brutal Sekolah Nonthaburi Thailand, 7 Orang Tewas
-
Nama Norman Joesoef Menguat Jadi Wamenhan, Komisi I DPR: Tunggu Pengumuman Presiden