-
Israel hancurkan jembatan strategis Qasmiyeh di Lebanon untuk memutus jalur logistik Hizbullah.
-
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk keras serangan infrastruktur sebagai persiapan invasi darat.
-
Eskalasi kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat mengakibatkan pembakaran properti warga Palestina.
Suara.com - Situasi keamanan di wilayah Lebanon Selatan kembali mencekam setelah militer Israel melancarkan operasi udara.
Pasukan IDF menargetkan berbagai infrastruktur yang diklaim sebagai jalur logistik militer bagi kelompok Hizbullah.
Operasi yang berlangsung pada Minggu (22/3) tersebut menyebabkan kepulan asap tebal di wilayah utara Kota Tirus.
Salah satu target utama dalam serangan udara ini adalah jembatan Qasmiyeh yang membentang di atas Sungai Litani.
Penghancuran akses transportasi tersebut memicu gangguan besar pada konektivitas desa-desa di wilayah distrik Tirus.
Israel berdalih bahwa fasilitas publik tersebut kerap dimanfaatkan oleh milisi pendukung Iran untuk mobilisasi pasukan.
Namun, langkah sepihak ini mendapat respons yang sangat keras dari pemerintah Lebanon di Beirut.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, secara terbuka meluapkan kemarahannya terhadap aksi penghancuran yang diperintahkan Benjamin Netanyahu.
Aoun menyatakan, "Mengutuk penargetan dan penghancuran infrastruktur serta fasilitas vital di Lebanon selatan oleh Israel, khususnya jembatan Qasmiyeh di atas Sungai Litani dan jembatan-jembatan lainnya."
Baca Juga: Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?
Pemimpin Lebanon tersebut melihat tindakan militer ini sebagai sinyal awal akan adanya pergerakan pasukan darat.
Menurut pihak kepresidenan, aksi militer Israel akhir pekan lalu telah melampaui batas diplomasi internasional.
"Serangan-serangan ini merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Lebanon, dan dianggap sebagai pendahuluan invasi darat," kata Aoun.
Menteri Pertahanan Israel sendiri telah menginstruksikan pasukannya untuk merobohkan lebih banyak jembatan yang dicurigai.
Di sisi lain, intensitas baku tembak antara kedua belah pihak kian memakan banyak korban jiwa.
Hizbullah tercatat mulai meluncurkan serangan balasan sejak awal Maret lalu sebagai respons atas kematian pimpinan tertinggi Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo