-
Iran menyerang fasilitas militer Israel, Kuwait, dan UEA menggunakan rudal jarak jauh strategis.
-
Israel menutup sekolah dan melarang kerumunan besar setelah gagal mencegat rudal kiriman Iran.
-
Donald Trump mengancam hancurkan pembangkit listrik jika Iran tidak segera membuka Selat Hormuz.
Otoritas setempat juga menerapkan larangan ketat terhadap kerumunan massa yang melebihi jumlah 50 orang hingga Selasa.
Sebagai bentuk pembalasan, militer Israel langsung meluncurkan serangan balasan ke berbagai infrastruktur pemerintah di Tehran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan kegelisahannya atas situasi genting yang sedang menimpa negaranya saat ini.
Benjamin Netanyahu mengatakan kejadian ini "Malam yang sangat sulit dalam kampanye untuk masa depan kita."
Pernyataan tersebut mencerminkan betapa seriusnya ancaman keamanan yang dihadapi oleh penduduk Israel dalam konflik kali ini.
Perselisihan antara blok Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah meruntuhkan stabilitas keamanan di Timur Tengah.
Negara-negara di sekitar kawasan yang menampung fasilitas militer asing kini berada dalam posisi yang sangat rentan.
Sentimen diplomatik ikut memanas seiring dengan langkah tegas yang diambil oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Arab Saudi secara resmi menetapkan status persona non grata terhadap staf kedutaan serta atase militer pihak Iran.
Baca Juga: Perang Iran Picu Krisis Energi Global, Bisakah Energi Terbarukan Jadi Jalan Keluar?
Para diplomat dari Teheran tersebut dipaksa untuk segera angkat kaki dari wilayah Arab Saudi dalam waktu 24 jam.
Langkah pengusiran diplomatik yang sangat drastis ini sebelumnya juga sudah dilakukan oleh pemerintah Qatar terlebih dahulu.
Ketegangan ini menarik perhatian langsung dari pemimpin Amerika Serikat yang memberikan peringatan sangat keras bagi Iran.
Presiden AS Donald Trump kini telah melontarkan ultimatum terbuka agar Teheran segera membuka akses di Selat Hormuz.
Donald Trump memberikan batas waktu singkat selama 24 jam bagi Iran untuk memenuhi tuntutan internasional tersebut secara penuh.
Jika diabaikan, Donald Trump mengancam akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik di Iran sebagai konsekuensi militer yang nyata.
Situasi di jalur perdagangan internasional tersebut kini menjadi perhatian dunia karena potensi dampak ekonomi yang sangat besar.
Hingga saat ini, pergerakan militer di perbatasan terus dipantau secara ketat oleh berbagai badan intelijen lintas negara.
Dunia internasional mengkhawatirkan pecahnya perang terbuka yang lebih luas jika diplomasi gagal meredam kemarahan antar negara tersebut.
Penyelesaian konflik ini masih tampak buntu mengingat kedua belah pihak tetap bertahan pada posisi militer masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan