-
Militer Iran mengklaim telah menembak jatuh jet F-15 Amerika Serikat di Pulau Hormuz.
-
Israel melaporkan 400 rudal Iran menyerang, menyebabkan 180 orang terluka dan ribuan mengungsi.
-
Palang Merah Iran mencatat 81.000 bangunan rusak akibat serangan udara gabungan AS-Israel.
Suara.com - Ketegangan militer di kawasan Teluk mencapai titik didih baru setelah laporan pencegatan pesawat tempur asing muncul.
Tentara Nasional Iran mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan tindakan tegas terhadap armada udara Amerika Serikat.
Insiden ini menambah daftar panjang konfrontasi langsung dalam pusaran konflik segitiga antara Iran, AS, dan Israel.
Berdasarkan laporan media pemerintah IRIB, pencegatan jet F-15 ini terjadi di wilayah strategis perairan selatan.
Laporan tersebut merinci bahwa unit pertahanan udara Iran berhasil mengunci target yang melanggar batas wilayah kedaulatan.
Lokasi spesifik insiden ini dilaporkan berada di lepas pantai yang berdekatan dengan wilayah Pulau Hormuz.
“Satu jet tempur F-15 dicegat di lepas pantai selatan negara itu dekat pulau Hormuz, setelah itu dihantam oleh rudal permukaan-ke-udara dari sistem pertahanan udara tentara Iran,” kata laporan itu.
Keberhasilan operasional ini menunjukkan kesiagaan penuh sistem persenjataan darat ke udara milik Teheran dalam menjaga wilayahnya.
Hingga saat ini, otoritas militer di Teheran masih memantau perkembangan situasi di lapangan pasca ledakan tersebut.
Baca Juga: Israel Lumpuh, Iran Sulap 2 Wilayah Zionis Ini Jadi Kota Hantu
Militer Iran mengatakan sedang menyelidiki nasib jet tempur tersebut.
Di sisi lain, militer Israel juga memberikan pernyataan resmi mengenai intensitas serangan udara yang mereka terima.
Data terbaru menunjukkan bahwa ratusan proyektil jarak jauh telah diluncurkan ke arah pusat populasi di Israel.
Meskipun intensitas serangan sangat tinggi, sistem pertahanan Iron Dome dan sekutunya diklaim tetap bekerja efektif.
“Iran telah menembakkan lebih dari 400 rudal balistik. Kami memiliki tingkat pencegatan yang tinggi. Kami memiliki tingkat keberhasilan pencegatan sekitar 92 persen,” kata juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Nadav Shoshani kepada wartawan.
Persentase keberhasilan tersebut diklaim sebagai bukti ketangguhan teknologi pertahanan udara yang dimiliki oleh Tel Aviv.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI
-
Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi
-
Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan
-
Bukan Soal Nafkah, Ini Alasan Utama Ruben Onsu Laporkan Masalah Anak ke KPAI
-
Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana