-
Iran mengubah doktrin militer dari bertahan menjadi menyerang dengan menggunakan persenjataan generasi terbaru.
-
Operasi Janji Sejati menghancurkan pangkalan militer Amerika Serikat dan pusat keamanan Israel secara masif.
-
Serangan balasan Iran dipicu oleh pembunuhan pemimpin tertinggi dan komandan militer pada Februari lalu.
Suara.com - Kekuatan militer Republik Islam Iran kini secara resmi telah melakukan transformasi besar dalam kebijakan operasional tempur mereka.
Perubahan mendasar ini menandai berakhirnya era bertahan dan dimulainya fase menyerang bagi seluruh angkatan bersenjata Iran.
Langkah berani ini diambil untuk merespons dinamika ketegangan yang melibatkan kepentingan Amerika Serikat serta Israel di kawasan.
Peralihan strategi ini juga dibarengi dengan diperkenalkannya berbagai jenis alutsista mutakhir yang lebih mematikan dari sebelumnya.
Taktik baru yang diterapkan dirancang untuk memberikan tekanan tanpa henti kepada pihak lawan yang mencoba mengganggu kedaulatan.
Mayor Jenderal Ali Abdollahi selaku Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengumumkan perubahan besar dalam arah kebijakan militer.
Beliau menegaskan bahwa pergeseran strategi nasional ini bertujuan utama untuk mengacaukan seluruh skenario dan perhitungan yang dimiliki musuh.
Perubahan posisi ini diklaim bukan sekadar wacana teoritis di atas kertas, melainkan perombakan total pada taktik lapangan.
Iran kini menyesuaikan setiap gerakan unit tempurnya agar selaras dengan kebutuhan visi ofensif yang telah ditetapkan secara resmi.
Baca Juga: Isi Curhat Benjamin Netanyahu Kena Mental Diserang Drone Iran
Pihak komando operasional tertinggi tersebut memastikan bahwa adaptasi strategis ini akan berdampak signifikan pada peta kekuatan di Asia Barat.
Kemajuan teknologi perang Iran saat ini tidak lepas dari campur tangan para ilmuwan muda yang memiliki motivasi tinggi.
Tenaga ahli berbakat tersebut bekerja secara spartan guna menciptakan sistem persenjataan generasi terbaru yang sulit terdeteksi lawan.
Menurut Jenderal Abdollahi, kualitas dari inovasi dalam negeri ini telah memberikan dampak psikologis yang nyata bagi pihak luar.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan tempur Iran yang kian canggih telah mengganggu perencanaan strategis jangka panjang musuh.
Pihak otoritas militer Iran memperingatkan bahwa apa yang disaksikan dunia saat ini barulah tahap awal dari proses transformasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini