- Iran, melalui Menlu Abbas Araghchi, menyatakan kesiapan membuka Selat Hormuz bagi kapal Jepang demi keamanan pelayaran.
- Jepang merespons hati-hati, fokus pada keamanan bersama dan menolak negosiasi sepihak dengan Teheran mengenai selat tersebut.
- Ketegangan meningkat setelah AS mengultimatum Iran soal navigasi, memicu ancaman balasan Iran terhadap infrastruktur energi AS.
Suara.com - Pemerintah Iran menyatakan siap membuka akses Selat Hormuz bagi kapal-kapal Jepang di tengah meningkatnya perang melawan AS dan Israel.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
“Kami tidak menutup selat itu. Dalam pandangan kami, Selat Hormuz tetap terbuka,” kata Araghchi dilansir dari Tokyo Weekender, Senin (23/3).
Araghchi menegaskan jalur tersebut hanya akan ditutup bagi negara yang dianggap sebagai musuh Iran.
Araghchi juga membuka peluang kerja sama dengan Jepang untuk menjamin keamanan pelayaran.
“Kami siap berkoordinasi untuk memberikan jalur aman jika mereka menghubungi kami,” ujarnya.
Namun, pemerintah Jepang memilih berhati-hati dalam merespons tawaran tersebut.
Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi menegaskan Tokyo tidak akan melakukan negosiasi sepihak dengan Teheran.
“Kami fokus pada kondisi di mana semua pihak bisa melintas dengan aman,” kata Motegi.
Baca Juga: Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
Motegi juga menyebut opsi pengerahan pasukan untuk operasi penyapuan ranjau bisa dipertimbangkan jika terjadi gencatan senjata.
Selat Hormuz memiliki arti vital bagi Jepang, dengan sekitar 93 persen impor minyak mentahnya melewati jalur ini.
Ketidakpastian keamanan di kawasan tersebut telah memicu kenaikan harga energi dan tekanan inflasi di dalam negeri Jepang.
Di tengah situasi ini, Presiden Donald Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk menjamin kebebasan navigasi.
Jika tidak dipenuhi, Washington mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran.
Merespons ancaman itu, militer Iran memperingatkan akan membalas dengan menargetkan infrastruktur energi Amerika Serikat di kawasan.
Berita Terkait
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel
-
Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran
-
Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Ikuti Jejak Yaqut, Noel Mau Ajukan Tahanan Rumah ke KPK
-
Kemenko Kumham Imipas Pastikan Pelayanan Masyarakat Berjalan Optimal Saat Idul Fitri
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Terjadi 25 Maret
-
Boni Hargens: Mudik Gratis Presisi-Aman, Wujud Transformasi Polri dari Kekuasaan Menuju Pelayanan
-
Diplomasi Hangat 2,5 Jam di Teuku Umar: Megawati dan Ramos-Horta Perkuat Persaudaraan RI-Timor Leste
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Bos Aplikasi Dewasa Onlyfans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia di Usia Muda
-
Rekaman Menegangkan Detik-Detik Tabrakan Pesawat Air Canada dengan Truk Pemadam di New York
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!