- Dua bersaudara dari Yerusalem didakwa spionase karena mengirim informasi sensitif kepada agen Iran melalui Telegram.
- Pelaku menggunakan kecerdasan buatan untuk memalsukan identitas, laporan rahasia, dan menyamarkan diri sebagai anggota intelijen militer.
- Aksi spionase yang dimulai Agustus 2025 ini menghasilkan keuntungan puluhan ribu shekel dalam bentuk mata uang kripto.
Suara.com - Kasus spionase mengguncang Israel setelah dua saudara asal Yerusalem didakwa menjalin kontak dengan agen Iran.
Keduanya dituduh mengirim informasi sensitif melalui Telegram dengan imbalan mata uang kripto.
Dilansir dari media Israel, Channel 14, salah satu pelaku menyamar sebagai anggota intelijen militer dan memalsukan laporan rahasia.
Terduga pelaku bahkan menggunakan kecerdasan buatan untuk menciptakan identitas palsu dan dokumen fiktif demi meyakinkan agen asing tersebut.
“Mereka menjalin kontak dengan agen luar dan menyampaikan informasi yang berpotensi menguntungkan musuh,” ujar pernyataan jaksa Israel.
Otoritas menegaskan tindakan ini masuk kategori pelanggaran keamanan serius.
Modus keduanya terbilang canggih. Pelaku menggunakan teknologi AI untuk mengedit gambar, menyusun laporan palsu, hingga membuat sumber fiktif, termasuk klaim akses ke data warga Israel dan keterkaitan dengan unit intelijen elite.
Tak hanya itu, keduanya juga mengirim target dan peringatan serangan yang sepenuhnya direkayasa.
Kedua terduga pelaku bahkan memanfaatkan peta digital untuk menandai lokasi strategis di Iran dan menyajikannya sebagai sasaran operasi militer.
Baca Juga: Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan
Jaksa mengungkap, aksi ini dilakukan sejak Agustus 2025 dan menghasilkan keuntungan puluhan ribu shekel dalam bentuk Bitcoin dan Ethereum.
“Dalam situasi ancaman keamanan, setiap kontak dengan musuh bahkan informasi yang tidak akurat namun tetap berbahaya,” tegas pihak kejaksaan.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Ledakan Dahsyat Guncang Kilang Minyak Texas AS, Diserang Rudal Iran?
-
Kapal Induk AS Mundur dari Palagan Perang Timur Tengah
-
Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat
-
Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas
-
Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Usai Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Langsung Kunjungi Pulau Miangas di Perbatasan RI - Filipina
-
Menlu Ungkap Isu Utama yang Dibahas Prabowo dan Pemimpin ASEAN di KTT ke-48
-
Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?