News / Internasional
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:57 WIB
Mohammad Bagher Ghalibaf (Parlemen IRAN)
Baca 10 detik
  • Trump mempertimbangkan Mohammad Bagher Ghalibaf sebagai calon pemimpin baru Iran untuk negosiasi perdamaian.

  • Amerika Serikat menargetkan kesepakatan minyak strategis melalui perubahan rezim yang stabil di Iran.

  • Strategi diplomasi AS di Iran meniru pola kerja sama politik yang diterapkan pada Venezuela.

Suara.com - Gedung Putih kini tengah memantau secara mendalam sosok Mohammad Bagher Ghalibaf yang menjabat Ketua Parlemen Iran.

Kabarnya pemerintahan Donald Trump melihat potensi besar pada Ghalibaf untuk menjadi rekan dialog dalam upaya menghentikan peperangan.

Laporan terbaru dari media Politico mengungkapkan bahwa Ghalibaf dinilai sebagai figur yang memiliki kredibilitas tinggi di mata pejabat Amerika.

Beberapa kalangan di internal pemerintahan AS meyakini ia sanggup menahkodai Iran menuju fase baru yang lebih stabil.

Ghalibaf dianggap mampu menjadi jembatan diplomasi yang efektif untuk membahas masa depan hubungan bilateral kedua negara tersebut.

Meskipun demikian pihak Washington menegaskan belum memberikan komitmen penuh kepada satu nama tertentu dalam proses transisi ini.

Para pejabat tinggi menekankan pentingnya melakukan evaluasi mendalam sebelum memutuskan langkah politik yang lebih jauh dan konkret.

"Dia adalah pilihan yang menarik," kata seorang pejabat pemerintahan, menurut Politico.

Kapasitas politik Ghalibaf di Teheran saat ini memang sedang berada di puncak pengamatan radar intelijen dan diplomatik AS.

Baca Juga: Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Pemerintah Amerika Serikat berencana melakukan serangkaian pengujian terhadap loyalitas dan visi yang dimiliki oleh tokoh parlemen tersebut.

Uji Kelayakan Calon Pemimpin Masa Depan

Langkah hati-hati ini diambil agar Amerika Serikat tidak salah dalam menempatkan dukungan politik di wilayah Timur Tengah.

"Dia salah satu yang paling berpengaruh. Tapi kita harus mengujinya, dan kita tidak bisa terburu-buru."

Donald Trump sendiri telah memberikan sinyal kuat mengenai adanya perombakan besar-besaran dalam struktur kekuasaan di Iran.

Ia menyatakan bahwa proses pergantian kepemimpinan sedang berlangsung seiring dengan tumbangnya tokoh-tokoh dari jajaran pemerintahan yang lama.

Load More