News / Internasional
Rabu, 25 Maret 2026 | 15:05 WIB
Ilustrasi perang AS-Israel melawan dengan serangan rudal. (Ist)
Baca 10 detik
  • Situasi Iran memburuk memasuki pekan keempat perang, ditandai inflasi tinggi dan pemadaman internet terpanjang.
  • Pemadaman internet hampir sebulan telah melumpuhkan komunikasi lebih dari 90 juta warga dan bisnis online.
  • Warga menghadapi tekanan ekonomi parah, daya beli menurun drastis akibat inflasi pangan yang melonjak tinggi.

Suara.com - Situasi di Iran kian memburuk memasuki pekan keempat perang dengan AS-Israel.

Warga kini menghadapi tekanan ganda, ekonomi yang runtuh dan pemadaman internet terpanjang dalam sejarah negara tersebut.

Di tengah perayaan Nowruz, tahun baru bangsa Persia, aktivitas ekonomi justru lesu.

“Penjualan kami hanya sekitar sepertiga dari biasanya, padahal ini musim terbaik,” ujar seorang pedagang di Teheran seperti dilansir dari Aljazeera.

Daya beli masyarakat terus merosot akibat inflasi tinggi.

Sebelum perang saja, inflasi tahunan mencapai sekitar 70 persen, sementara harga pangan melonjak lebih dari 100 persen.

Banyak warga kini hidup dalam ketidakpastian.

“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi setelah liburan. Keadaan terus memburuk,” kata pedagang tersebut.

Kondisi semakin sulit dengan pemadaman internet yang telah berlangsung hampir sebulan.

Baca Juga: Cerdas! Iran Mau Hancurkan Pusat Desalinasi Air Punya Israel, Warga Timur Tengah Bisa Mati Kehausan

Lebih dari 90 juta warga kehilangan akses ke dunia luar, menghambat komunikasi sekaligus menghancurkan bisnis berbasis online.

“Tidak ada kejelasan kapan internet kembali. Ini memaksa bisnis tutup dan memperparah inflasi,” ujar warga Iran lainnya.

Selain tekanan ekonomi, situasi keamanan juga memicu eksodus warga dari kota besar.

Banyak keluarga meninggalkan Teheran demi keselamatan, sementara yang bertahan mengandalkan tabungan yang kian menipis.

Sementara itu, harapan akan meredanya konflik masih tipis.

Meski ada sinyal diplomasi dari Donald Trump, ketegangan di kawasan tetap tinggi dan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga Iran.

Load More