- Syamsudin menempuh perjalanan darat 27 jam menggunakan travel saat mudik ke Gombong, lalu memilih kereta api lebih nyaman saat arus balik.
- Syamsudin mendapatkan tiket kereta ekonomi mahal saat arus balik; ia puas karena kereta api menunjukkan ketepatan waktu.
- Derris mengamankan tiket kereta Cikuray 45 hari sebelum berangkat, namun tetap mengalami kenaikan tarif transportasi daring menuju stasiun.
Suara.com - Hiruk-pikuk arus balik Lebaran menyisakan ragam cerita bagi para pemudik. Mulai dari perjuangan menembus kemacetan puluhan jam hingga strategi berburu tiket demi bisa kembali ke perantauan tepat waktu untuk bekerja.
Pengalaman kontras dirasakan oleh Syamsudin, pemudik asal Ciledug, Tangerang. Ia menceritakan betapa melelahkannya perjalanan darat saat berangkat mudik menuju Gombong, Jawa Tengah. Menggunakan jasa travel, Syamsudin harus menghabiskan waktu lebih dari satu hari di jalan.
"Suka-dukanya kemarin berangkatnya naik travel itu 27 jam. Berangkat jam 7 malam (dari Ciledug), sampai Gombong itu jam 23.30 besoknya. Berarti sehari semalam lewat, 27 jam lebih," ujar Syamsudin saat ditemui tim Suara.com di Stasiun Pasar Senen, Rabu (25/3/2026).
Belajar dari pengalaman tersebut, Syamsudin memilih menggunakan moda transportasi kereta api untuk perjalanan pulang. Meski harus merogoh kocek lebih dalam karena harga tiket yang sedang melambung dan sulit didapat, ia merasa jauh lebih nyaman.
"Kalau yang ini (kereta) ya lagi mahal, sudah tidak ada diskon. Kita belinya di HP, apa yang ada itu kita ambil, tidak bisa pakai kereta favorit. Kita harus standby di depan HP, jadi apa yang kita dapat, ya mau yang mahal memang begitu," tuturnya.
Meski membayar tiket ekonomi di kisaran Rp300 ribuan, Syamsudin mengaku puas karena ketepatan waktu kereta api Mataram yang ia tumpangi.
"Kalau kereta kan memang ada yang mengatur jadwal, paling telat 5 sampai 10 menit itu sudah wajar karena perjalanan padat. Yang penting sudah sampai," imbuhnya.
Pesan Tiket Pulang H-45
Berbeda dengan Syamsudin yang harus berburu tiket di menit-menit terakhir, Derris Nawati memiliki strategi lain. Pemudik yang hendak kembali ke Bandung setelah mudik ke Depok ini sudah mengamankan tiket sejak jauh hari.
"Dapat harga normal sih, soalnya ngambilnya 45 hari sebelum tanggal berangkat. Pakai kereta Cikuray," kata Derris.
Baca Juga: Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
Meski berhasil mendapatkan tiket kereta dengan harga normal, Derris mengaku tetap terkena dampak kemacetan saat menuju stasiun maupun rumah. Biaya transportasi daring (ojek online) membengkak hingga dua kali lipat akibat kepadatan jalanan di wilayah penyangga Jakarta.
"Kalau ke Depok itu macet banget. Makanya naik Gojek, jadi tarifnya juga naik terus. Normalnya berapa, ini jadi dua kali lipat harga ongkosnya," keluhnya.
Kini, masa libur telah usai. Derris yang bekerja di sebuah pabrik garmen ini tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya karena harus kembali ke rutinitas pekerjaan.
"Sedihnya karena sudah mulai kerja lagi sih," pungkas Derris menutup percakapan.
Kisah Syamsudin dan Derris menjadi gambaran umum perjuangan kaum urban dalam menjalani tradisi mudik; antara rindu keluarga dan realitas kemacetan yang harus dihadapi setiap tahunnya.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
-
One Way Arus Balik Lebaran Jalur Pantura sampai Tanggal Berapa?
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai