- Media Iran mengejek Presiden Trump sebagai "Pinocchio" karena mengklaim adanya negosiasi damai yang dibantah keras oleh Teheran.
- Juru bicara militer Iran, Zolfaqari, menyindir klaim diplomasi Washington sebagai negosiasi sepihak dengan diri sendiri.
- Sebuah proposal 15 poin AS dikirim lewat mediator seperti Pakistan dan Turki meskipun Iran menolak dialog langsung.
Suara.com - Surat kabar Iran, Javan, memuat karikatur yang mengejek Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai Pinokio, karena kerap berbohong kepada publik.
Terbaru, Trump mengklaim adanya kemajuan dalam jalur diplomasi untuk mengakhiri perang.
Sementara Iran menegaskan tidak ada negosiasi, dan balik menduga Trump tengah melakukan manipulasi informasi demi kepentingan ekonomi global.
Karikatur Trump sebagai Pinokio itu tercetak pada halaman depan Javan edisi Rabu (25/3/2026).
Trump digambarkan dengan hidung yang memanjang hingga menjangkau peta strategis Selat Hormuz.
Berita utama edisi itu juga tak kalah tajam, melabeli sang presiden sebagai "Pembohong paling menyedihkan dan tidak terhormat di dunia".
Reaksi keras ini muncul setelah Trump secara mendadak mengumumkan adanya pembicaraan dengan Teheran, hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu ultimatum serangan militer ke pembangkit listrik Iran berakhir pada Senin lalu.
Pihak otoritas Iran dengan cepat mengeluarkan bantahan resmi. Mereka menegaskan tidak ada negosiasi yang terjadi, baik secara langsung maupun melalui perantara.
Analisis yang berkembang di media lokal menyebutkan, klaim Trump hanyalah taktik untuk menenangkan pasar global dan menekan harga minyak yang melonjak tajam sejak pecahnya permusuhan antara Israel-AS dengan Iran pada 28 Februari.
Baca Juga: Konflik di Timur Tengah, Sekjen PBB: Perang Sudah di Luar Kendali
Negosiasi dengan Diri Sendiri
Sikap skeptis ini juga disuarakan oleh para petinggi militer Iran. Juru bicara komando terpadu angkatan bersenjata Iran, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaqari, melontarkan ejekan tajam melalui siaran televisi pemerintah.
Zolfaqari, yang kini dikenal sebagai sosok fenomenal dalam perang informasi ini, mempertanyakan kewarasan diplomasi sepihak yang didengungkan Washington.
Dalam sebuah pernyataan video yang viral, Zolfaqari menyindir keras ambisi Trump.
"Apakah tingkat pergulatan batin Anda telah mencapai tahap di mana Anda bernegosiasi dengan diri sendiri?" ujarnya melalui kantor berita Fars.
Ia menambahkan, upaya AS untuk menciptakan narasi perdamaian hanyalah kedok untuk menutupi kegagalan militer mereka di lapangan.
Berita Terkait
-
Konflik di Timur Tengah, Sekjen PBB: Perang Sudah di Luar Kendali
-
Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI
-
Rekaman Iran Tembak Jatuh Jet Tempur AS Tersebar, Kebohongan Militer Washington Mulai Terbongkar?
-
Iran Pertimbangkan Usulan Damai AS, Tapi Tolak Negosiasi Langsung!
-
Syarat Kesepakatan Damai, Iran Minta Penghentian Serangan ke Hizbullah di Lebanon
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing
-
Penjualan Geely Group Melonjak Drastis di GIIAS 2026 Melalui Dominasi Mobil Listrik
-
Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer
-
Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme
-
Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan
-
Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga
-
Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya
-
El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati