- Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengonfirmasi komunikasi tidak langsung dengan Iran melalui perantara.
- Peningkatan distribusi energi telah teramati melintasi Selat Hormuz meskipun volume belum memadai.
- Komunikasi dilakukan melalui negara perantara dan prosesnya dinamis menunggu hasil lebih lanjut.
Suara.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengungkapkan adanya perkembangan dalam komunikasi tidak langsung antara negaranya dengan Iran, termasuk peningkatan distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Rubio menjelaskan bahwa proses komunikasi berlangsung melalui pihak ketiga sebagai perantara.
“Ada negara perantara yang menyampaikan pesan, dan kemajuan konkret telah dicapai sebagaimana telah terlihat dan didokumentasikan,” kata Rubio kepada wartawan sebelum bertolak ke Prancis, Kamis (26/3/2026), dilansir dari Sputnik.
Ia menambahkan, proses tersebut masih terus berjalan dan bersifat dinamis.
“Ada kemajuan dalam pertukaran pesan, tetapi proses ini masih berlangsung dan dinamis,” katanya.
Selain itu, Rubio juga menyoroti adanya peningkatan aliran minyak dan gas yang melewati Selat Hormuz. Meski demikian, ia menilai volume tersebut belum sepenuhnya memadai, meskipun menunjukkan tren positif.
Saat ditanya kemungkinan pertemuan langsung antara delegasi Amerika Serikat dan Iran, Rubio belum memberikan kepastian. “Kita lihat saja hasilnya. Saya tak ingin menilai terlalu dini atau membuat prediksi. Seperti yang saya katakan, kita tunggu saja perkembangannya,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut telah terjadi pembicaraan yang “sangat positif dan produktif” dengan Iran, sekaligus mengonfirmasi penundaan rencana serangan terhadap infrastruktur energi negara tersebut.
Trump juga menyampaikan harapannya agar kemajuan signifikan dapat tercapai dalam waktu dekat.
Baca Juga: Houthi Siaga Penuh untuk Bela Iran, Berpotensi Tutup Jalur Minyak Vital
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Mereka menegaskan bahwa komunikasi yang terjadi sejauh ini hanya berupa penyampaian pesan yang mencerminkan keinginan Washington untuk membuka dialog.
(Antara)
Berita Terkait
-
Houthi Siaga Penuh untuk Bela Iran, Berpotensi Tutup Jalur Minyak Vital
-
Israel Ketakutan AS-Iran Sepakat Damai, Tel Aviv Nekat Siapkan Serangan Darurat
-
Intelejen Israel Bawa Kabar Buruk, Ambisi Trump dan Netanyahu Kuasai Iran Diprediksi Kandas
-
Karma Bunuh Anak-anak Gaza dan Iran, Keluarga Netanyahu Berantakan: Istri Stres, Putra-putri Dibully
-
Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Studi Ungkap Biaya Tersembunyi Emisi Karbon bagi Ekonomi Global
-
Terharu Presiden Datang ke Bantaran Rel Senen, Emak-emak Berharap Diberi Hunian Layak
-
Sampah Popok Meningkat di Jepang, Bisakah Daur Ulang Jadi Solusi?
-
Houthi Siaga Penuh untuk Bela Iran, Berpotensi Tutup Jalur Minyak Vital
-
Israel Ketakutan AS-Iran Sepakat Damai, Tel Aviv Nekat Siapkan Serangan Darurat
-
Intelejen Israel Bawa Kabar Buruk, Ambisi Trump dan Netanyahu Kuasai Iran Diprediksi Kandas
-
Karma Bunuh Anak-anak Gaza dan Iran, Keluarga Netanyahu Berantakan: Istri Stres, Putra-putri Dibully
-
KPK Buka Suara Soal Tahanan 'Naik-Turun' Status: Ini Alasan Pengalihan Penahanan Eks Menteri Agama
-
Korlantas Siapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik 2829 Maret 2026
-
Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz