News / Internasional
Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:07 WIB
Pendukung kelompok Houthi di Yaman turun ke jalan untuk rayakan gencatan senjata. (ANTARA)
Baca 10 detik
  • Kelompok Houthi Yaman menyatakan kesiapan penuh untuk berperang membela Iran jika situasi konflik Timur Tengah memburuk.
  • Target utama Houthi jika terlibat perang adalah jalur pelayaran krusial Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah.
  • Ancaman ini muncul sejak eskalasi konflik dipicu serangan AS-Israel terhadap Iran pada tanggal 28 Februari lalu.

Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi semakin meluas setelah kelompok Houthi di Yaman menyatakan kesiapan penuh untuk ikut berperang membela sekutu mereka, Iran jika situasi menuntut.

Ancaman ini menjadi sangat serius karena target utama mereka adalah jalur pelayaran krusial, Selat Bab el-Mandeb.

Sejak perang yang dipicu serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, Houthi terus memantau situasi.

Seorang petinggi kelompok tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa mereka kini dalam posisi siaga tinggi, menunggu komando dari pimpinan.

"Kami berdiri dalam kesiapan militer penuh dengan semua opsi. Adapun detail lain terkait penentuan jam nol, hal itu diserahkan kepada pimpinan," ujar pemimpin Houthi tersebut kepada Reuters.

Ia menambahkan, untuk saat ini mereka menilai Iran masih mampu menangani serangan balasan. Namun jika keadaan berbalik, mereka tidak akan ragu untuk turun tangan.

"Hingga saat ini Iran melakukan tugasnya dengan baik dan mengalahkan musuh setiap hari, dan pertempuran berjalan sesuai arahnya. Jika terjadi sesuatu yang sebaliknya, maka kami dapat melakukan penilaian," tambahnya.

Ancaman ini bukan isapan jempol belaka. Jika Houthi benar-benar terjun ke dalam konflik, target strategis yang paling mungkin mereka sasar adalah Selat Bab el-Mandeb.

Perairan sempit di Laut Merah yang hanya memiliki lebar 29 km ini merupakan gerbang utama menuju Terusan Suez.

Baca Juga: Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Dengan ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran, gangguan di Bab el-Mandeb akan melumpuhkan dua jalur perdagangan minyak terpenting di dunia secara bersamaan.

Para analis menilai langkah ini merupakan bagian dari strategi terkoordinasi dengan Teheran.

Sebuah sumber militer Iran, dikutip oleh kantor berita Tasnim, bahkan menyebut bahwa Teheran bisa saja membuka front baru di Bab el-Mandeb jika wilayah kedaulatannya diserang.

Houthi sendiri telah memiliki rekam jejak dalam mengganggu navigasi maritim sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina pasca serangan 7 Oktober 2023.

Aksi mereka terbukti efektif sebelum akhirnya terhenti oleh gencatan senjata pada Oktober 2025. Kini kemampuan tersebut dipandang sebagai kartu as strategis bagi Iran.

Load More