- BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berdasarkan data BMKG hingga 02 April 2026.
- Wilayah yang diwaspadai meliputi seluruh area DKI Jakarta dan gugusan Kepulauan Seribu karena risiko bencana hidrometeorologi.
- Masyarakat diimbau siaga, mempersiapkan perlengkapan proteksi, dan memanfaatkan layanan darurat 112 atau aplikasi JAKI.
Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah ibu kota dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena alam ini diprediksi akan berlangsung hingga 02 April 2026.
Wilayah yang masuk dalam zona waspada mencakup seluruh area Provinsi DKI Jakarta hingga ke gugusan Kepulauan Seribu.
"Peringatan dini cuaca hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah DKI Jakarta dan Kep. Seribu," tulis BPBD DKI Jakarta dalam keterangan melalui akun media sosial resmi mereka, Minggu (29/3/2026).
Pihak otoritas menekankan bahwa kondisi atmosfer saat ini memerlukan atensi lebih dari seluruh lapisan masyarakat agar tetap mawas diri terhadap perubahan cuaca yang mendadak.
Fenomena cuaca ini membawa risiko terjadinya bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu stabilitas aktivitas harian warga Jakarta.
"Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem," lanjut BPBD DKI Jakarta dalam keterangan resmi mereka.
Untuk meminimalisir dampak buruk di lapangan, warga diimbau segera mempersiapkan perlengkapan proteksi diri seperti payung ataupun jas hujan.
Masyarakat juga diingatkan untuk mulai menyiagakan Tas Siaga Bencana sebagai langkah preventif dalam menghadapi situasi darurat yang tidak terduga.
Baca Juga: DKI Siaga Cuaca Panas Ekstrem, 31 RS dan Ratusan Puskesmas Antisipasi Heat Stroke
Bagi warga yang tinggal di daerah rawan, pemantauan tinggi muka air dapat dilakukan secara berkala melalui situs resmi BPBD DKI Jakarta.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga memfasilitasi pelaporan jika warga menemukan potensi genangan atau banjir melalui aplikasi terintegrasi JAKI.
Apabila masyarakat menemui kondisi darurat yang memerlukan bantuan segera, layanan pusat panggilan darurat 112 tersedia untuk dihubungi kapan saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Pertama Dalam Sejarah Zionis Larang Pemimpin Gereja Ibadah di Makam Kudus
-
Rudal Ansar Allah Hantam Israel Demi Bela Iran, Serangan Besar Akan Terus Berlanjut ke Zionis
-
Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang
-
Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi
-
Soroti Kasus Amsal Sitepu, Praktisi Hukum Desak Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Kreatif
-
Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan
-
Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2
-
Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma