News / Internasional
Senin, 30 Maret 2026 | 10:34 WIB
Ilustrasi - Tangkapan layar dari media sosial, sebuah gedung di Lebanon terbakar setelah dihantam roket-roket Israel.
Baca 10 detik
  • Seorang prajurit TNI penjaga perdamaian PBB gugur dan tiga lainnya terluka akibat serangan artileri di Lebanon.
  • Insiden terjadi Minggu malam (29/3/2026) dekat Adchit Al Qusayr akibat proyektil yang diduga Israel mengenai pos UNIFIL.
  • Pemerintah Indonesia mengonfirmasi dan mengutuk keras serangan tersebut, serta menyerukan penyelidikan menyeluruh atas insiden fatal.

Suara.com - Satu prajurit TNI yang menjadi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, gugur di Lebanon, akibat dibom Israel.

Selain korban tewas, sedikitnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Insiden tragis tersebut terjadi akibat ledakan proyektil dan serangan artileri di dekat wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3/2026) malam waktu setempat.

Pihak UNIFIL secara resmi telah mengonfirmasi peristiwa mematikan ini. Dalam keterangannya, badan dunia tersebut menyatakan serangan terjadi di salah satu pos penjagaan mereka di tengah meningkatnya tensi pertempuran di perbatasan Lebanon dan Israel.

Kehilangan satu nyawa prajurit penjaga perdamaian ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan internasional di zona konflik tersebut.

"Satu penjaga perdamaian tewas secara tragis Minggu malam. Satu proyektil Israel meledak di pos UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr," demikian pernyataan UNIFIL dikutip dari  Al Jazeera, Senin (30/3/2026).

Hingga saat ini, pihak PBB masih terus mendalami siapa pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Asal-usul proyektil itu masih diselidiki."

Laporan Serangan Artileri Israel dan Konfirmasi Kemlu RI

Baca Juga: Iran Serang Zona Industri Israel, Ciptakan 'Kiamat' Kimia di Beersheba

Sebelum pernyataan resmi dari UNIFIL dan Pemerintah Indonesia keluar, Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon sempat melaporkan, militer Israel telah melakukan serangan ke arah markas unit Indonesia di sekitar Adchit Al Qusayr pada Minggu malam.

Laporan awal menyebutkan sejumlah personel TNI mengalami luka-luka akibat hantaman serangan tersebut, sebelum akhirnya dikonfirmasi adanya korban jiwa.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) merespons cepat kabar duka ini.

Melalui pernyataan tertulis yang diunggah pada platform media sosial X, pemerintah mengonfirmasi bahwa kontingen Indonesia memang menjadi korban dalam serangan artileri tidak langsung tersebut.

"Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel penjaga perdamaian Indonesia serta luka-lukanya tiga personel lainnya yang bertugas dalam Misi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), akibat tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026, di tengah laporan meningkatnya permusuhan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan."

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam atas insiden ini. Kecaman keras dilayangkan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam baku tembak yang membahayakan nyawa pasukan perdamaian internasional.

Load More