News / Nasional
Senin, 30 Maret 2026 | 11:14 WIB
Ilustrasi pasukan perdamaian Indonesia. [Suara.com/Faqih]
Baca 10 detik
  • Satu prajurit TNI misi perdamaian PBB di Lebanon gugur dan tiga luka akibat serangan artileri 29 Maret 2026.
  • Serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.
  • Indonesia mengecam serangan itu, menuntut penyelidikan, dan berkoordinasi untuk repatriasi jenazah serta perawatan medis.

Suara.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi satu prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon gugur dalam serangan yang terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2026, waktu setempat.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh pemerintah melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun X Kemlu RI pada Senin (30/3) pagi.

Dalam pernyataan itu, tiga personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden yang sama.

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia,” tulis Kemlu.

Serangan tersebut terjadi di dekat wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara militer Israel dan kelompok bersenjata di kawasan tersebut.

Kemlu menegaskan Indonesia mengecam keras insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut.

Pemerintah juga mendesak dilakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

“Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” lanjut pernyataan itu.

Pemerintah menyatakan kehilangan ini sebagai duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Penghormatan setinggi-tingginya diberikan kepada prajurit yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia.

Baca Juga: Pemimpin Hizbullah: Tak Ada Damai untuk Israel, Kami Akan Terus Bertempur!

Selain itu, pemerintah memastikan tengah berkoordinasi dengan pihak UNIFIL untuk proses pemulangan jenazah ke Tanah Air serta penanganan medis bagi personel yang terluka.

“Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka,” tulis Kemlu.

Kemlu juga menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian PBB harus dihormati sesuai hukum internasional. Segala bentuk serangan terhadap peacekeeper dinilai tidak dapat dibenarkan.

Dalam pernyataannya, Indonesia turut kembali mengecam serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan semua pihak menahan diri.

“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga sipil, serta kembali pada jalur dialog dan diplomasi,” demikian pernyataan tersebut.

Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi erat dengan PBB serta otoritas terkait di lapangan.

Load More