- Jubir Kemenlu Iran menyebut serangan AS-Israel ke universitas membuktikan niat musuh untuk melumpuhkan fondasi ilmiah dan budaya negara.
- Dalih ancaman program nuklir yang kerap digaungkan oleh Barat dinilai hanya sebagai kebohongan demi menutupi tujuan asli agresi militer.
- Perang yang meletus pasca tewasnya Ayatollah Ali Khamenei ini terus memicu aksi saling serang rudal antara Iran dan pangkalan militer AS-Israel.
Suara.com - Hancurnya sejumlah pusat pendidikan seperti Universitas Isfahan, kini mulai menyingkap tabir mengenai motif asli di balik invasi militer AS-Israel ke Iran yang masih terus berkecamuk.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa narasi Barat mengenai dalih Ancaman Nuklir hanyalah kebohongan untuk menutupi niat asli mereka.
Konflik brutal ini sendiri meledak sejak akhir Februari lalu menyusul insiden pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei melalui operasi militer gabungan musuh.
Melalui sebuah unggahan di akun X pribadinya pada Sabtu (29/3/2026), juru bicara tersebut mengutuk keras serangan sengaja yang menyasar sejumlah institusi akademik di negaranya.
Gempuran udara yang masif ini diketahui telah menargetkan sejumlah universitas besar yang berlokasi di wilayah Isfahan maupun di ibu kota Teheran.
Ia berpendapat bahwa serangan-serangan ini mengungkap kebohongan besar AS dan Israel yang menjadikan isu program nuklir Iran sebagai dasar utama invai militer yang mereka lakukan.
Padahal, kata Esmaeil, tujuan sebenarnya dari agresi mematikan ini diyakini untuk melemahkan infrastruktur intelektual serta melumpuhkan warisan budaya luhur milik negara Iran.
“Universitas Teknologi Isfahan dan Universitas Sains dan Teknologi di Teheran hanyalah dua di antara banyak universitas dan pusat penelitian yang sengaja diserang oleh agresor selama 30 hari terakhir dalam perang ilegal mereka terhadap bangsa Iran,” tegasnya dikutip dari Tasnim News, Senin (30/3/2026).
Juru bicara tersebut juga memaparkan bahwa agresi Amerika dan Israel ini secara sistematis terus menghancurkan fondasi keilmuan bangsa Iran.
Baca Juga: Militer Iran: Tentara Amerika Serikat Bakal Jadi Makanan Hiu di Teluk Persia
Faktanya, agresi Amerika-Israel terhadap Iran terus mengungkapkan tujuan sebenarnya: untuk melumpuhkan landasan ilmiah dan warisan budaya negara kita dengan secara sistematis menargetkan universitas, pusat penelitian, monumen bersejarah, dan ilmuwan terkemuka, tambahnya.
Lebih lanjut, ia menepis klaim Barat yang selama ini selalu menggunakan isu senjata pemusnah massal sebagai upaya untuk membenarkan tindakan militer mereka.
“Melawan 'program nuklir' dan 'ancaman yang akan segera terjadi' Iran hanyalah dalih yang kejam – hanya rekayasa yang dirancang untuk menyembunyikan niat sebenarnya,” ungkap Baqaei.
Seperti diketahui, Amerika Serikat dan rezim Zionis memulai kampanye militer skala besar tanpa hasutan terhadap Iran setelah memerintahkan sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.
Penyusunan agresi militer tersebut meliputi gempuran udara yang meluas ke lokasi militer maupun fasilitas sipil di seluruh penjuru negeri.
Serangan yang membabi buta itu pada akhirnya menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa sekaligus menimbulkan kerusakan infrastruktur yang sangat luas.
Sebagai bentuk respons yang tegas, Angkatan Bersenjata Iran terus melakukan operasi rentetan yang mematikan untuk menggempur kubu musuh.
Gelombang rudal dan pesawat tak berawak milik Teheran kini secara konsisten menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan serta berbagai pangkalan militer regional.
Berita Terkait
-
Iran Ledakan Pesawat Mata-Mata Milik AS E-3 AWACS di Pangkalan Al Kharj
-
Mario Aji Jatuh di Dua Lap Terakhir, Gagal Finis di Moto2 GP Amerika 2026
-
Gagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 Amerika Serikat 2026
-
Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez Kelima
-
IHSG Melemah di Awal Pekan Saat Perang AS-Iran Memanas, Cek Saham-saham Rekomendasi
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Review Anak Semua Bangsa Karya Pramoedya: Dari Duka Menuju Kesadaran
-
Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
-
Dukung Ratusan Ribu UMKM, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun Pada 2026
-
Silent Skill Gap: Bahaya Lupa Cara Mikir Akibat AI
-
Dituding Tak Serius Bahas RUU Ketenagakerjaan, DPR Membantah
-
Infinix GT 50 Pro Resmi Jadi Perangkat Gaming di Kapolri Cup 2026, Speknya Sudah Pasti Juara!
-
Investasi Hilirisasi Minerba Tembus Rp206,5 Triliun, ESDM: Ekonomi Mulai Bergeser dari Jawa
-
BRI Pacu Ketahanan Pangan hingga Kucurkan Kredit Rp10,7 Triliun
-
Diskon Biaya Layanan E-Commerce hingga 50 Persen untuk UMKM, Mendag Tekankan Transparansi
-
The End of Oak Street: Perjalanan Melintasi Waktu Dibalut Sensasi Teror Dinosaurus