News / Internasional
Senin, 30 Maret 2026 | 11:26 WIB
Sekjen PBB Antonio Guterres. [AFP]
Baca 10 detik
  • Sekjen PBB António Guterres mengecam keras kematian prajurit TNI misi perdamaian PBB di Lebanon Minggu lalu.
  • Insiden ini terjadi akibat baku tembak antara Israel dan Hizbullah yang mengakibatkan satu prajurit gugur dan tiga luka.
  • Pemerintah Indonesia mengecam insiden tersebut dan menuntut penyelidikan menyeluruh mengenai penyerangan pos UNIFIL.

Suara.com - Kematian satu prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon menuai kecaman keras dari Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres.

Guterres menegaskan insiden tersebut bukan sekadar tragedi tunggal, melainkan bagian dari rangkaian kejadian yang semakin membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian dunia.

“Saya sangat mengecam insiden hari Minggu, di mana seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah. Seorang lainnya mengalami luka serius,” ujar Guterres dikutip dalam pernyataannya lewat akun X pribadinya, Senin (30/3/2026).

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan Pemerintah Indonesia, serta berharap prajurit yang terluka dapat segera pulih.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik di perbatasan Lebanon-Israel.

Sebelumnya, satu prajurit TNI dilaporkan gugur dan tiga lainnya luka-luka setelah proyektil yang diduga berasal dari serangan Israel menghantam pos United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.

Serangan tersebut menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik aktif.

PBB sendiri mengakui bahwa situasi keamanan di lapangan semakin tidak terkendali, dengan posisi pasukan internasional kian rentan terdampak baku tembak.

Ilustrasi prajurit TNI yang juga pasukan perdamaian Indonesia. [Suara.com/Faqih]

Guterres menekankan bahwa seluruh pihak yang terlibat konflik wajib mematuhi hukum internasional, termasuk menjamin perlindungan terhadap personel dan fasilitas PBB.

Baca Juga: 1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka

“Ini adalah salah satu dari sejumlah insiden terbaru yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian. Saya menyerukan semua pihak untuk memastikan perlindungan penuh terhadap personel dan properti PBB setiap saat,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel TNI serta tiga personel lain yang terluka itu.

Kemlu menegaskan Indonesia mengecam keras insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut. Pemerintah juga mendesak dilakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Selain itu, pemerintah memastikan tengah berkoordinasi dengan pihak UNIFIL untuk proses pemulangan jenazah ke Tanah Air serta penanganan medis bagi personel yang terluka.

Load More