- Sekjen PBB António Guterres mengecam keras kematian prajurit TNI misi perdamaian PBB di Lebanon Minggu lalu.
- Insiden ini terjadi akibat baku tembak antara Israel dan Hizbullah yang mengakibatkan satu prajurit gugur dan tiga luka.
- Pemerintah Indonesia mengecam insiden tersebut dan menuntut penyelidikan menyeluruh mengenai penyerangan pos UNIFIL.
Suara.com - Kematian satu prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon menuai kecaman keras dari Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres.
Guterres menegaskan insiden tersebut bukan sekadar tragedi tunggal, melainkan bagian dari rangkaian kejadian yang semakin membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian dunia.
“Saya sangat mengecam insiden hari Minggu, di mana seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah. Seorang lainnya mengalami luka serius,” ujar Guterres dikutip dalam pernyataannya lewat akun X pribadinya, Senin (30/3/2026).
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan Pemerintah Indonesia, serta berharap prajurit yang terluka dapat segera pulih.
Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik di perbatasan Lebanon-Israel.
Sebelumnya, satu prajurit TNI dilaporkan gugur dan tiga lainnya luka-luka setelah proyektil yang diduga berasal dari serangan Israel menghantam pos United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.
Serangan tersebut menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik aktif.
PBB sendiri mengakui bahwa situasi keamanan di lapangan semakin tidak terkendali, dengan posisi pasukan internasional kian rentan terdampak baku tembak.
Guterres menekankan bahwa seluruh pihak yang terlibat konflik wajib mematuhi hukum internasional, termasuk menjamin perlindungan terhadap personel dan fasilitas PBB.
Baca Juga: 1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
“Ini adalah salah satu dari sejumlah insiden terbaru yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian. Saya menyerukan semua pihak untuk memastikan perlindungan penuh terhadap personel dan properti PBB setiap saat,” tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel TNI serta tiga personel lain yang terluka itu.
Kemlu menegaskan Indonesia mengecam keras insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut. Pemerintah juga mendesak dilakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Selain itu, pemerintah memastikan tengah berkoordinasi dengan pihak UNIFIL untuk proses pemulangan jenazah ke Tanah Air serta penanganan medis bagi personel yang terluka.
Berita Terkait
-
Kemlu RI Konfirmasi 1 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, 3 Lainnya Terluka Kena Serangan Artileri
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Berawal dari Perkelahian Adik, Pemuda di Maluku Tewas Dipukul Prajurit TNI
-
Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
Di Tengah Perang dengan Iran, AS dan Israel Bahas Pangkalan Militer Baru
-
PM Spanyol Peringatkan Potensi Krisis Pangan Akibat Konflik di Timur Tengah
-
Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis
-
Kemlu RI Konfirmasi 1 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, 3 Lainnya Terluka Kena Serangan Artileri
-
DKI Siap Terapkan WFH 1 Hari per Pekan, Pramono: Tapi Bukan Hari Rabu
-
Skema One Way Berakhir, Ruas Tol Cipali Kembali Beroperasi Normal
-
Kasus Campak Muncul di 14 Provinsi, Kemenkes Keluarkan Edaran Khusus untuk Tenaga Kesehatan
-
Iran Ledakan Pesawat Mata-Mata Milik AS E-3 AWACS di Pangkalan Al Kharj
-
Polisi Ciduk 2 Pelaku Pembunuhan Mutilasi di Bekasi, Ternyata Rekan Kerja Korban
-
Dua Motor Raib dan Rekan Kerja Menghilang, Teka-teki Pembunuhan Sadis di Kios Ayam Bekasi