News / Internasional
Senin, 30 Maret 2026 | 14:48 WIB
Sertu Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang termasuk pasukan perdamaian PBB, gugur di Lebanon akibat pengeboman Israel, Minggu (29/3/2026). [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Iran mengutuk keras serangan Israel terhadap pos PBB di Lebanon, menewaskan prajurit TNI Farizal Rhomadhon pada 29 Maret 2026.
  • Teheran menilai insiden ini akibat kebijakan agresif Israel yang didukung penuh oleh Amerika Serikat di perbatasan.
  • Sertu (Anumerta) Farizal Rhomadhon gugur saat bertugas pengamanan di Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan, di bawah UNIFIL.

Suara.com - Republik Islam Iran mengutuk keras serangan Israel terhadap pos pasukan perdamaian PBB Lebanon, yang ikut menyebabkan satu prajurit TNI Farizal Rhomadhon, gugur.

Melalui pernyataan resmi yang diterbitkan Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Duta Besar Mohammad Boroujerdi menyatakan duka cita mendalam sekaligus kemarahan atas serangan yang menyasar personel PBB.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia, atas wafatnya secara tragis seorang penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah UNIFIL," tulis pernyataan tersebut, Senin (30/3/2026).

Teheran menilai insiden ini bukan sekadar kecelakaan militer, melainkan dampak sistematis dari kebijakan agresif yang terus dilancarkan Israel di wilayah perbatasan Lebanon.

Iran juga secara eksplisit menyoroti peran sekutu utama Israel, yakni Amerika Serikat.

"Kami dengan tegas mengutuk tindakan keji ini, yang merupakan akibat langsung dari agresi berkelanjutan Israel, dilakukan dengan keterlibatan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat. Menargetkan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa hukuman," tegas pihak Kedutaan Besar Iran.

Sosok Farizal Rhomadhon: Pahlawan Muda dari Kulon Progo

Kepergian Sertu (Anumerta) Farizal Rhomadhon meninggalkan lubang besar di hati keluarga besar TNI dan masyarakat Indonesia, khususnya di tanah kelahirannya, Kulon Progo.

Lahir pada 3 Januari 1998, Farizal adalah representasi prajurit milenial yang memiliki dedikasi tinggi terhadap perdamaian dunia.

Baca Juga: Prajurit TNI Gugur Kena Serangan Israel, Komisi I Minta Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Lebanon

Pada usianya yang baru menginjak 28 tahun, ia telah memikul tanggung jawab besar di kancah internasional.

Farizal merupakan bagian dari Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-T/UNIFIL.

Dalam struktur organisasi pasukannya, ia mengemban tugas sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima (Kompi Markas).

Jabatan ini menuntut kedisiplinan tingkat tinggi, karena Provost berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan keamanan internal markas di wilayah konflik.

Rekan-rekan sejawatnya mengenal Farizal sebagai prajurit yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kepribadian rendah hati.

Keputusannya untuk bergabung dalam misi perdamaian di Lebanon bukanlah tugas rutin biasa, melainkan pengabdian di salah satu wilayah paling berbahaya di dunia saat ini, yaitu Adshit al-Qusayr di Sektor Timur Lebanon.

Load More