- Komnas HAM akan memanggil perwakilan institusi TNI guna mendalami kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
- Lembaga tersebut telah meminta keterangan dari pihak Polda Metro Jaya pada Senin (30/3/2026) untuk pengumpulan data awal.
- Komnas HAM sedang mempertimbangkan berbagai skenario rekomendasi, termasuk mekanisme koneksitas peradilan militer dan sipil.
Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana memanggil perwakilan dari TNI dalam rangka pendalaman kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Komisioner Komnas HAM Saurlin P. Siagian mengatakan, pemanggilan itu merupakan bagian dari rangkaian pengumpulan keterangan sebelum lembaga tersebut merumuskan rekomendasi.
“Kami akan memeriksa berbagai pihak, termasuk TNI,” ujar Saurlin di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Namun hingga kekinian, Saurlin belum bisa memastikan siapa yang akan hadir mewakili institusi TNI. Sebab secara formal, pemanggilan ditujukan ke institusi, bukan individu tertentu.
“Kami mau manggil institusi TNI, kamibelum tahu siapa yang datang nanti, tentu yang tertinggi adalah Panglima, tapi kita belum tahu siapa yang akan datang,” katanya.
Terkait waktu pemanggilan juga masih dirahasiakan oleh Komnas HAM.
Suarlin hanya berjanji, Komnas HAM akan mengundang awak media untuk meliput kegiatan tersebut.
Periksa Perwakilan Polda
Sebelumnya, Komnas HAM telah lebih dulu meminta keterangan dari pihak Polda Metro Jaya yang diwakili oleh Direktur Reserse Kriminal Umum bersama sejumlah stafnya pada Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Komnas HAM Panggil Polda Metro Jaya soal Kasus Air Keras Andrie Yunus
Komnas HAM mengaku telah memperoleh sejumlah data awal yang dibutuhkan untuk proses pemantauan.
Meski begitu, Saurlin menegaskan masih ada sejumlah informasi tambahan yang diminta untuk dilengkapi. Ia tidak merinci terkait data tersebut, namun memastikan komunikasi dengan kepolisian akan terus berlanjut.
Saurlin menyebut Komnas HAM hingga kekinian juga belum menentukan arah penanganan hukum yang akan direkomendasikan terkait kasus Andrie Yunus.
Sejumlah skenario menurutnya masih dipertimbangkan, termasuk kemungkinan penggunaan mekanisme koneksitas antara peradilan militer dan sipil. Itu sebabnya, Komnas HAM memanggil perwakilan dari Polda Metro Jaya dan TNI.
"Kita masih menimbang-nimbang banyak skenario, dan tentu kami yang terpenting adalah merampungkan pemantauan yang harus kami kerjakan. Nanti akan kami segera rilis rekomendasi kami setelah memeriksa banyak pihak, dan termasuk pihak TNI. Juga nanti memanggil ahli dan seterusnya, dan kita segera akan sampaikan ke berbagai pihak," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe
-
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II
-
81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun
-
DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association