- Komnas HAM menyatakan data pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus antara Polri dan TNI telah sinkron.
- Polda Metro Jaya dan TNI sepakat mengenai jumlah empat pelaku meskipun terdapat sedikit perbedaan penulisan inisial.
- Kepolisian masih menyelidiki potensi keterlibatan pihak sipil dalam kasus penyerangan aktivis KontraS tersebut.
Suara.com - Komnas HAM menyebutkan bahwa data pelaku dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus yang dimiliki Polri dan TNI sudah sinkron.
Komisioner Komnas HAM Saurlin P. Siagian mengatakan, pihak Polda Metro Jaya telah menyampaikan jumlah pelaku yang sama dengan yang sebelumnya diungkap TNI, yakni empat orang.
“Saya kira sudah ada kesesuaian juga, pihak PMJ juga sudah menyampaikan empat, jadi tidak ada perbedaan,” kata Saurlin usai memanggil pihak PMJ ke Kantor Komnas HAM di Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).
Sebelumnya Polda Metro Jaya menyoroti dua eksekutor dengan inisial BHC dan MAK diduga sebagai pelaku penyiraman air keras. Sementara Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengungkap empat anggota Denma BAIS TNI berinisial NDP, SL, BHW, dan ES yang dijadikan tersangka.
Perbedaan itu, kata Saurlin, hanya terkait penulisan inisial. Namun setelah dikonfirmasi, inisial tersebut merujuk pada orang yang sama.
“Kami konfirmasi bukan perbedaan signifikan, mereka mengatakan itu orang yang sama kira- kira," ujarnya.
Selain itu, kepolisian juga disebut telah menyerahkan sejumlah dokumen kepada pihak TNI untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.
Meski data pelaku mulai mengerucut, satu hal yang masih terbuka adalah kemungkinan keterlibatan pihak sipil. Komnas HAM menyebut hal itu masih dalam pendalaman oleh kepolisian.
“Polda Metro Jaya masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan non-TNI,” ucap Saurlin.
Baca Juga: Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Keras TNI: Bukan Revitalisasi, Ini Darurat Reformasi!
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe
-
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II
-
81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun
-
DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur