News / Internasional
Senin, 30 Maret 2026 | 17:35 WIB
Ilustrasi - Pengiriman bantuan kemanusiaan. [Tentara Yordania / AFP]
Baca 10 detik
  • Rusia mengirimkan 13 ton bantuan kemanusiaan medis ke Iran melalui Azerbaijan atas instruksi langsung Presiden Vladimir Putin.
  • Bantuan ini diberikan menyusul gempuran udara dan rudal Amerika Serikat-Israel sejak akhir Februari 2026 yang menewaskan 1.300 orang.
  • Langkah Moskow ini merupakan pesan diplomatik yang menggarisbawahi dampak kerusakan sipil akibat serangan koalisi Barat.

Suara.com - Rusia mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Republik Islam Iran, meskipun negeri para Mullah tersebut terus digempur oleh Amerika Serikat dan Israel.

Dikutip dari Anadolu Agency, Senin (30/3/2026), Kementerian Situasi Darurat Rusia mengumumkan telah mengirimkan sebanyak 13 ton bantuan kemanusiaan menuju Iran.

Pengiriman bantuan ini bukan sekadar bantuan logistik biasa, melainkan instruksi langsung dari orang nomor satu di Kremlin, Presiden Vladimir Putin.

Melalui pernyataan resminya, kementerian menjelaskan seluruh proses pengiriman dilakukan dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas negara melalui wilayah Azerbaijan sebelum akhirnya mencapai otoritas Iran.

Bantuan tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan medis yang mendesak, mengingat sistem kesehatan Iran dilaporkan mulai kewalahan menangani ribuan korban luka akibat gempuran udara dan rudal yang terjadi sejak akhir Februari lalu.

Rusia menggunakan armada penerbangan khusus, untuk memastikan pasokan obat-obatan ini sampai tepat waktu di tangan perwakilan pemerintah Iran.

Instruksi Langsung dari Vladimir Putin

Kementerian Situasi Darurat Rusia menegaskan, operasi kemanusiaan ini merupakan perwujudan dari kebijakan luar negeri Presiden Vladimir Putin.

Dalam situasi perang yang sangat dinamis, Rusia memilih untuk memposisikan diri sebagai penyokong kebutuhan dasar medis bagi Iran, yang saat ini sedang mengalami krisis kemanusiaan yang parah.

Baca Juga: Pernyataan Donald Trump soal AS Incar Kuba Jadi Sorotan Dunia

Pihak kementerian menjelaskan dalam pernyataan tertulis, mengenai teknis pengiriman yang melibatkan koordinasi wilayah udara dan darat Azerbaijan.

"Penerbangan kementerian mengorganisir pengiriman obat-obatan ke Republik Azerbaijan untuk selanjutnya diserahkan kepada perwakilan resmi pemerintah Republik Islam Iran," bunyi pernyataan resmi tersebut.

Langkah Moskow ini dinilai oleh banyak analis politik internasional, sebagai pesan diplomatik yang kuat kepada blok Barat.

Dengan mengirimkan bantuan medis, Rusia mempertegas pengaruhnya di kawasan tersebut sembari menyoroti dampak kerusakan sipil yang ditimbulkan oleh serangan koalisi Amerika Serikat dan Israel.

Ketegangan regional di Timur Tengah mencapai titik didih yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak 28 Februari 2026.

Tanggal tersebut menjadi awal dari serangan skala besar yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke berbagai wilayah kedaulatan Iran.

Load More