- Rusia mengirimkan 13 ton bantuan kemanusiaan medis ke Iran melalui Azerbaijan atas instruksi langsung Presiden Vladimir Putin.
- Bantuan ini diberikan menyusul gempuran udara dan rudal Amerika Serikat-Israel sejak akhir Februari 2026 yang menewaskan 1.300 orang.
- Langkah Moskow ini merupakan pesan diplomatik yang menggarisbawahi dampak kerusakan sipil akibat serangan koalisi Barat.
Suara.com - Rusia mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Republik Islam Iran, meskipun negeri para Mullah tersebut terus digempur oleh Amerika Serikat dan Israel.
Dikutip dari Anadolu Agency, Senin (30/3/2026), Kementerian Situasi Darurat Rusia mengumumkan telah mengirimkan sebanyak 13 ton bantuan kemanusiaan menuju Iran.
Pengiriman bantuan ini bukan sekadar bantuan logistik biasa, melainkan instruksi langsung dari orang nomor satu di Kremlin, Presiden Vladimir Putin.
Melalui pernyataan resminya, kementerian menjelaskan seluruh proses pengiriman dilakukan dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas negara melalui wilayah Azerbaijan sebelum akhirnya mencapai otoritas Iran.
Bantuan tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan medis yang mendesak, mengingat sistem kesehatan Iran dilaporkan mulai kewalahan menangani ribuan korban luka akibat gempuran udara dan rudal yang terjadi sejak akhir Februari lalu.
Rusia menggunakan armada penerbangan khusus, untuk memastikan pasokan obat-obatan ini sampai tepat waktu di tangan perwakilan pemerintah Iran.
Instruksi Langsung dari Vladimir Putin
Kementerian Situasi Darurat Rusia menegaskan, operasi kemanusiaan ini merupakan perwujudan dari kebijakan luar negeri Presiden Vladimir Putin.
Dalam situasi perang yang sangat dinamis, Rusia memilih untuk memposisikan diri sebagai penyokong kebutuhan dasar medis bagi Iran, yang saat ini sedang mengalami krisis kemanusiaan yang parah.
Baca Juga: Pernyataan Donald Trump soal AS Incar Kuba Jadi Sorotan Dunia
Pihak kementerian menjelaskan dalam pernyataan tertulis, mengenai teknis pengiriman yang melibatkan koordinasi wilayah udara dan darat Azerbaijan.
"Penerbangan kementerian mengorganisir pengiriman obat-obatan ke Republik Azerbaijan untuk selanjutnya diserahkan kepada perwakilan resmi pemerintah Republik Islam Iran," bunyi pernyataan resmi tersebut.
Langkah Moskow ini dinilai oleh banyak analis politik internasional, sebagai pesan diplomatik yang kuat kepada blok Barat.
Dengan mengirimkan bantuan medis, Rusia mempertegas pengaruhnya di kawasan tersebut sembari menyoroti dampak kerusakan sipil yang ditimbulkan oleh serangan koalisi Amerika Serikat dan Israel.
Ketegangan regional di Timur Tengah mencapai titik didih yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak 28 Februari 2026.
Tanggal tersebut menjadi awal dari serangan skala besar yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke berbagai wilayah kedaulatan Iran.
Berita Terkait
-
Pernyataan Donald Trump soal AS Incar Kuba Jadi Sorotan Dunia
-
Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg
-
Perang Iran Picu Kerugian Global hingga 11,5 Triliun Dolar AS
-
Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit
-
Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali