News / Nasional
Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB
Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu Ade Darmawan saat berada di Polda Metro Jaya pada Senin (12/1/2026). (Suara.com/Muhammad Yasir)
Baca 10 detik
  • Tim hukum Jokowi mendesak kepolisian mengusut tuntas pendana isu ijazah palsu, termasuk sosok berjuluk "Charlie Chaplin".
  • Tersangka Rismon telah mengakui keaslian ijazah Jokowi.
  • Rismon mengajukan permohonan *restorative justice* kepada Polda Metro Jaya setelah dua tersangka lain dihentikan penyidikannya.

Suara.com - Polemik tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi kembali memanas. Kali ini, tim hukum mendesak aparat kepolisian membongkar sosok "Charlie Chaplin" yang diduga sebagai penyokong dana isu tersebut.

Ketua Tim Hukum Jokowi sekaligus Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan meminta penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya tidak berhenti pada para tersangka.

"Panggilan terhadap kami untuk mempertegas isi dari kesepakatan (restorative justice yang diajukan Rismon Sianipar)," ungkap Ade kepada wartawan, Senin (30/3/2026).

Ade menegaskan isu yang beredar di media sosial terkait adanya pihak yang mendanai penyebaran tudingan ijazah palsu Jokowi tidak boleh diabaikan.

Ia bahkan secara terbuka menyinggung sosok “Charlie Chaplin” yang disebut-sebut dalam perbincangan publik.

"Saya mendengar ada Charlie Chaplin atau tokoh, saya hanya menyampaikan kepada saudara Rismon jangan bermain dengan perkara ini ungkap semuanya usut segera, siapa yang mendanai ini harus diproses," ujarnya.

Ade juga menilai, jika tidak ditangani serius, isu ini akan terus “digoreng” dan berpotensi menormalisasi dugaan tindak pidana.

"Ini harus diusut tuntas jangan biarkan isu ini digoreng terus dan dibiarkan menjadi hal biasa lumrah yang sebenarnya satu tindak pidana," ucapnya.

Tim hukum bahkan mendorong agar penyelidikan mengarah pada dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), jika terbukti ada aliran dana yang menggerakkan penyebaran isu tersebut.

Baca Juga: Komnas HAM Panggil Polda Metro Jaya soal Kasus Air Keras Andrie Yunus

Rismon Sianipar bersama kuasa hukumnya Jahmada Girsang usai menemui Jokowi. (Suara.com/Ari Welianto)

Akui Ijazah Jokowi Asli

Di tengah polemik yang bergulir, tersangka Rismon sebelumnya telah menyatakan bahwa ijazah Presiden Jokowi adalah asli.

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, pada 13 Maret 2026.

"Iya, (ijazah Jokowi) asli. Karena apa, dengan kajian saya. Makanya saya bilang, truth hurts. Kebenaran itu menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya tidak mengungkapkannya dan lebih jujur,” ungkap Rismon.

Rismon juga telah mengajukan permohonan restorative justice kepada penyidik Polda Metro Jaya dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu Jokowi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan permohonan tersebut disampaikan Rismon selaku tersangka pada awal Maret 2026.

Load More