-
Harga BBM nonsubsidi di Indonesia akan mengalami penyesuaian mulai 1 April 2026 mendatang.
-
Australia memotong pajak BBM 50 persen guna meredam dampak kenaikan harga minyak mentah.
-
Konflik Iran dan AS-Israel memicu lonjakan harga Brent hingga US$115,66 per barel.
Berdasarkan penjelasan Albanese, diskon pajak tersebut akan menurunkan harga jual eceran hingga mencapai 26,3 sen Australia per liter.
Nilai tersebut setara dengan penghematan sekitar Rp3.067 per liter jika dihitung dengan asumsi kurs mata uang yang berlaku.
"Kami memahami tekanan biaya bagi masyarakat sangat nyata karena dampak perang di belahan dunia lain terjadi di sini," ujar Albanese.
Konflik bersenjata yang pecah di wilayah jauh terbukti memberikan dampak ekonomi yang sangat nyata hingga ke benua kangguru.
Pemerintah Australia telah menyepakati kerja sama dengan seluruh negara bagian untuk menjamin distribusi pasokan ke wilayah-wilayah terpencil.
Sistem pengamanan energi Australia kini ditetapkan berada pada level dua untuk menjaga keberlangsungan aktivitas transportasi harian negara.
Level tertinggi dalam sistem tersebut hanya akan diaktifkan jika pasokan untuk layanan darurat dan esensial mulai terancam kritis.
"Meskipun prospek pasokan bahan bakar Australia tetap aman dalam jangka pendek, kita juga perlu sangat jelas kepada warga Australia bahwa semakin lama perang ini berlangsung, semakin buruk dampaknya," ujar Albanese.
Risiko gangguan pasokan diprediksi akan semakin tinggi apabila durasi peperangan di Timur Tengah terus berlanjut tanpa kepastian.
Baca Juga: Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk
Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmer, mengungkapkan bahwa subsidi pajak ini menelan anggaran negara sebesar 2,55 miliar dolar Australia.
Anggaran jumbo setara Rp29,74 triliun tersebut merupakan harga yang harus dibayar demi stabilitas daya beli masyarakat domestik.
Situasi pasar minyak dunia memang sangat mencekam sejak meletusnya perang antara Iran melawan serangan Amerika Serikat-Israel.
Konflik yang mulai berkobar pada 28 Februari 2026 itu langsung memutus jalur distribusi energi vital di Selat Hormuz.
Wilayah perairan tersebut sangat penting karena menjadi jalur perlintasan bagi sekitar 20 persen total minyak mentah dunia.
Akibat terhambatnya distribusi, harga minyak jenis Brent mengalami lonjakan hingga 59 persen hanya dalam kurun waktu satu bulan.
Rekor kenaikan bulanan tercepat sepanjang sejarah ini membuat pelaku pasar energi di seluruh dunia merasa sangat khawatir.
Harga Brent bahkan telah menembus angka US$115,66 per barel saat perdagangan pasar dibuka pada awal pekan ini.
Sebagai antisipasi tambahan, Australia mulai mengucurkan cadangan bensin domestik mereka ke pasar untuk menekan harga eceran yang melambung.
Standar kualitas bahan bakar juga dilonggarkan sementara waktu demi memastikan ketersediaan volume di berbagai stasiun pengisian bahan bakar.
Laporan dari Australian Petroleum Institute menyebutkan harga solar di sana sempat meroket hingga lebih dari 3 dolar Australia.
Meskipun stok bahan bakar Australia mencapai level tertinggi dalam 15 tahun, namun jumlahnya masih di bawah standar internasional.
Rekomendasi dari International Energy Agency menyatakan bahwa sebuah negara idealnya memiliki cadangan energi untuk durasi 90 hari.
Data terbaru menunjukkan Australia hanya memiliki ketahanan stok bensin untuk 39 hari dan solar selama 30 hari saja.
Untuk menjamin pengadaan kargo baru, pemerintah Australia kini memberikan jaminan melalui lembaga kredit khusus ekspor dan keuangan.
Kebijakan ini memungkinkan pembelian bahan bakar di pasar spot tetap bisa dilakukan meskipun harga sedang berada di puncak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis