News / Nasional
Selasa, 31 Maret 2026 | 11:59 WIB
Ibunda Praka Farizal Rhomadhon, Supinah dan sang ayah Senam di rumah duka, Ledok, Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (31/3/2026). (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Praka Farizal Rhomadhon gugur saat bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.
  • Almarhum secara rutin berkomunikasi dengan keluarga melalui video call meski bertugas di zona konflik.
  • Farizal bercita-cita menjadi TNI sejak SMA, terinspirasi oleh pamannya, dan lulus tahun 2016.

Suara.com - Kepergian Praka Farizal Rhomadhon menyisakan kenangan mendalam bagi keluarga, terutama sang ibunda, Supinah. Farizal merupakan salah satu prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.

Di tengah duka yang menyelimuti, Supinah menceritakan bahwa putra bungsunya tersebut adalah sosok yang sangat perhatian. Praka Farizal bahkan tidak pernah putus menjalin komunikasi dengan orang tuanya meskipun sedang bertugas di daerah konflik.

"Iya setiap hari (komunikasi), kalau malamnya sini, sana siang, setiap hari video call, sama saya, sama bapaknya, terus disambungkan itu istri di Aceh," kata Supinah saat ditemui di rumah duka, Lendah, Kulon Progo, Selasa (31/3/2026).

Dalam percakapan melalui panggilan video tersebut, almarhum sering berbagi cerita mengenai dinamika tugasnya sebagai pasukan perdamaian.

Farizal sempat mengungkapkan bahwa kondisi di Lebanon akhir-akhir ini menjadi jauh lebih berbahaya. Kondisi tersebut bahkan membuat ia dan rekan-rekannya harus selalu waspada setiap saat.

"Akhir-akhir ini agak darurat, setiap saat masuk ke bunker berapa jam, terus kalau aman keluar. kalau ada sirine itu harus masuk, itu setiap saat itu," ungkap Supinah mengenang curhatan putranya.

Supinah menuturkan bahwa Farizal merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

Ketertarikan Farizal untuk menjadi prajurit TNI sudah terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah menengah

Adapun, kata dia, Farizal, sangat mengagumi sosok pamannya yang juga berprofesi sebagai abdi negara di Cirebon.

Baca Juga: Berapa Gaji Prajurit TNI dalam Misi UNIFIL di Lebanon?

Cita-cita menjadi tentara begitu kuat tertanam dalam diri Farizal, hingga ia teguh pada pendiriannya untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan.

Sosok Praka Farizal Rhomadhon (Instagram/farizalrmdn17)

Baginya, mengikuti jejak sang paman adalah jalan pengabdian yang paling ia inginkan sejak masa remaja.

"Kalau berprestasi yo tidak, yo biasa aja sekolahnya, tapi dari SMA kan itu senangnya itu (TNI) cita-citanya. Saya suruh kuliah ndak mau katanya, jadi itu mas (TNI), iya, adik bapaknya di Cirebon juga inginnya kayak om," ujarnya.

"Nggih, tahun 2016 lulus itukan daftar itu," katanya menambahkan.

Hingga kini, pihak keluarga masih menanti proses kepulangan jenazah almarhum ke tanah air.

Foto: Ibunda Praka Farizal Rhomadhon, Supinah dan sang ayah Senam di rumah duka, Ledok, Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (31/3/2026).

Load More