- Praka Farizal Rhomadhon gugur saat bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.
- Almarhum secara rutin berkomunikasi dengan keluarga melalui video call meski bertugas di zona konflik.
- Farizal bercita-cita menjadi TNI sejak SMA, terinspirasi oleh pamannya, dan lulus tahun 2016.
Suara.com - Kepergian Praka Farizal Rhomadhon menyisakan kenangan mendalam bagi keluarga, terutama sang ibunda, Supinah. Farizal merupakan salah satu prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.
Di tengah duka yang menyelimuti, Supinah menceritakan bahwa putra bungsunya tersebut adalah sosok yang sangat perhatian. Praka Farizal bahkan tidak pernah putus menjalin komunikasi dengan orang tuanya meskipun sedang bertugas di daerah konflik.
"Iya setiap hari (komunikasi), kalau malamnya sini, sana siang, setiap hari video call, sama saya, sama bapaknya, terus disambungkan itu istri di Aceh," kata Supinah saat ditemui di rumah duka, Lendah, Kulon Progo, Selasa (31/3/2026).
Dalam percakapan melalui panggilan video tersebut, almarhum sering berbagi cerita mengenai dinamika tugasnya sebagai pasukan perdamaian.
Farizal sempat mengungkapkan bahwa kondisi di Lebanon akhir-akhir ini menjadi jauh lebih berbahaya. Kondisi tersebut bahkan membuat ia dan rekan-rekannya harus selalu waspada setiap saat.
"Akhir-akhir ini agak darurat, setiap saat masuk ke bunker berapa jam, terus kalau aman keluar. kalau ada sirine itu harus masuk, itu setiap saat itu," ungkap Supinah mengenang curhatan putranya.
Supinah menuturkan bahwa Farizal merupakan anak kedua dari dua bersaudara.
Ketertarikan Farizal untuk menjadi prajurit TNI sudah terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah menengah
Adapun, kata dia, Farizal, sangat mengagumi sosok pamannya yang juga berprofesi sebagai abdi negara di Cirebon.
Baca Juga: Berapa Gaji Prajurit TNI dalam Misi UNIFIL di Lebanon?
Cita-cita menjadi tentara begitu kuat tertanam dalam diri Farizal, hingga ia teguh pada pendiriannya untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan.
Baginya, mengikuti jejak sang paman adalah jalan pengabdian yang paling ia inginkan sejak masa remaja.
"Kalau berprestasi yo tidak, yo biasa aja sekolahnya, tapi dari SMA kan itu senangnya itu (TNI) cita-citanya. Saya suruh kuliah ndak mau katanya, jadi itu mas (TNI), iya, adik bapaknya di Cirebon juga inginnya kayak om," ujarnya.
"Nggih, tahun 2016 lulus itukan daftar itu," katanya menambahkan.
Hingga kini, pihak keluarga masih menanti proses kepulangan jenazah almarhum ke tanah air.
Foto: Ibunda Praka Farizal Rhomadhon, Supinah dan sang ayah Senam di rumah duka, Ledok, Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (31/3/2026).
Berita Terkait
-
Detik-detik Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan Saat Kawal Pasukan UNIFIL
-
Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF
-
Berapa Gaji Prajurit TNI dalam Misi UNIFIL di Lebanon?
-
Ketegangan Memuncak! Prancis Desak Rapat Darurat DK PBB Usai 3 Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon
-
Kata-kata UNIFIL soal 2 Personel TNI Tewas karena Ledakan di Lebanon
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis