- Prancis meminta DK PBB segera rapat darurat menyusul tewasnya tiga personel penjaga perdamaian UNIFIL.
- Menteri Luar Negeri Prancis mengutuk keras serangan terhadap kontingen Prancis di Naqoura oleh tentara Israel.
- Tiga personel perdamaian yang gugur adalah warga negara Indonesia akibat peluru yang menghantam pos mereka.
Suara.com - Situasi di perbatasan Lebanon Selatan kian membara. Pemerintah Prancis secara resmi mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk segera menggelar rapat darurat.
Langkah ini diambil menyusul tragedi berdarah yang menewaskan tiga personel penjaga perdamaian UNIFIL di medan tugas.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menegaskan bahwa insiden ini tidak bisa dibiarkan. Melalui pernyataan resminya pada Senin (30/3), Barrot menyerukan tindakan cepat dari badan tertinggi PBB tersebut.
"Karena insiden yang sangat serius melibatkan pasukan UNIFIL, saya telah meminta rapat darurat Dewan Keamanan PBB," tegas Barrot melalui akun media sosial X pribadinya.
Kecaman Keras untuk Israel
Barrot tidak hanya menuntut pertemuan formal, tetapi juga melayangkan kecaman tajam atas serangan yang merenggut nyawa para penjaga perdamaian. Ia menyampaikan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh guna mengungkap kronologi pasti di balik serangan tersebut.
Secara spesifik, Barrot mengutuk serangan yang menyasar kontingen Prancis di wilayah Naqoura. Ia melabeli tindakan tentara Israel tersebut sebagai pelanggaran keamanan serius dan bentuk "tindakan intimidasi." Laporan keberatan ini pun telah disampaikan secara langsung kepada Duta Besar Israel di Paris dengan nada yang sangat keras.
Duka bagi Indonesia
Kabar duka ini menjadi perhatian besar bagi publik tanah air. UNIFIL melaporkan tiga personel yang gugur adalah penjaga perdamaian asal Indonesia. Prajurit tersebut dinyatakan gugur pada Minggu malam (29/3) setelah sebuah peluru menghantam pos penjagaan mereka.
Baca Juga: Peran Sentral Calvin Verdonk di Laga Kontra Bulgaria FIFA Series 2026
Tak hanya itu, dalam kurun waktu 24 jam terakhir, dua personel UNIFIL lainnya juga dilaporkan tewas akibat serangan yang menghantam kendaraan patroli saat melintas di wilayah Bani Haiyyan.
Misi di Garis Api
Untuk diketahui, UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) merupakan misi vital PBB yang telah beroperasi di Lebanon selatan sejak 1978. Pasca-konflik tahun 2006, mandat mereka diperkuat oleh DK PBB untuk memantau penghentian permusuhan dan menjaga stabilitas di wilayah yang terus diguncang konflik tersebut.
Kini, jatuhnya korban jiwa dari pihak penjaga perdamaian internasional menjadi sinyal merah bahwa eskalasi di wilayah tersebut telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. (Antara/Sputnik/RIA Novosti)
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Dua Alumni MasterChef Indonesia Menyusuri Cerita di Balik Kuliner Daerah
-
Apakah Parfum Wardah Tahan Lama? Ini 3 Varian dengan Aroma Paling Awet
-
Presentasi Pakai iPad? Ini 4 Cara Mudah Menyambungkannya ke Proyektor
-
Upacara di Istana Negara Pakai Baju Apa? Ini Ketentuan Pakaian HUT RI ke-81 2026
-
Prabowo Larang Siswa SD Pacaran, Syarat 'Sabuk Hitam' Bikin Sidang DPR Pecah Tawa
-
Prabowo Akui Birokrasi Berbelit dan Oknum Pejabat Korup Masih Jadi Masalah Utama Bangsa
-
Menjaga Laut, Garam, dan Tradisi Desa Les di Tengah Modernitas
-
Link Download Pedoman Upacara HUT RI ke-81 untuk Acara 17 Agustus 2026
-
5 Rekomendasi Sunscreen Travel Size di Bawah 50 ml, Ringkas Dibawa ke Mana Saja
-
Prabowo Janji Tak Boleh Ada Rakyat Indonesia Kelaparan, Petani Harus Disejahterakan