-
Rudal Iran menghantam tanki penyimpanan minyak di Haifa hingga memicu kebakaran hebat.
-
Pemerintah Israel memastikan tidak ada korban jiwa dan stok bahan bakar tetap aman.
-
Garda Revolusi Iran mengklaim serangan sejak Sabtu menargetkan fasilitas energi dan bandara.
Suara.com - Langit wilayah Haifa Israel kembali mencekam setelah rentetan proyektil jarak jauh milik militer Iran menghujam pusat industri energi.
Serangan yang terjadi pada Senin (30/3) waktu setempat ini menyasar langsung titik vital pengolahan serta penyimpanan minyak.
Pemerintah Israel memberikan pernyataan resmi bahwa sistem pertahanan udara mereka telah berupaya melakukan intersepsi maksimal.
Sayangnya sisa-puing ledakan di udara tetap jatuh dan menghantam area sensitif di sekitar tangki-tangki bahan bakar.
Petugas pemadam kebakaran di lapangan mengonfirmasi bahwa terdapat unit penyimpanan yang meledak akibat terkena hantaman langsung.
Kobaran api yang sangat besar segera melahap isi tanki hingga memicu kepulan asap hitam pekat ke angkasa.
Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian guna meminimalisir dampak kerusakan agar tidak merambat ke pemukiman.
Komandan pemadam kebakaran setempat memastikan bahwa situasi darurat tersebut berhasil dikendalikan dalam waktu yang relatif singkat.
"Insiden tersebut telah sepenuhnya ditangani," kata komandan pemadam kebakaran Eitan Rifa.
Baca Juga: IESR Soroti Krisis Energi Akibat Selat Hormuz: WFH Hanya Solusi Sementara
Otoritas keamanan setempat juga menegaskan bahwa evakuasi warga sipil di sekitar pabrik tidak perlu dilakukan saat ini.
Meskipun visual kebakaran terlihat sangat mengerikan namun pemerintah meyakinkan bahwa infrastruktur utama tidak mengalami gangguan permanen.
Menteri Energi Israel Eli Cohen menegaskan bahwa unit produksi inti masih berada dalam kondisi yang sangat fungsional.
Distribusi bahan bakar untuk kebutuhan domestik maupun militer dipastikan tidak akan mengalami hambatan sama sekali pasca serangan.
Logistik energi telah disiapkan melalui skema cadangan guna mengantisipasi eskalasi konflik yang mungkin terus berlanjut ke depannya.
Publik diminta tetap tenang karena cadangan minyak nasional masih berada pada level yang sangat mencukupi kebutuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?