News / Nasional
Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang
Baca 10 detik
  • BGN memberi peringatan keras kepada mitra MBG agar tidak menaikkan harga bahan baku melebihi batas yang ditetapkan.
  • Wakil Kepala BGN menegaskan sanksi tegas akan diberikan bagi mitra yang terbukti melakukan mark up harga secara berlebihan.
  • Sanksi konkret yang diterapkan adalah penghentian operasional selama satu minggu untuk evaluasi perbaikan komitmen mitra.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memberi peringatan keras menjelang operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 31 Maret 2026.

Mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diminta tidak bermain harga dalam pengadaan bahan baku yang sudah ditetapkan di kisaran Rp8.000–Rp10.000 per porsi.

Peringatan ini muncul di tengah kekhawatiran adanya praktik mark up yang berpotensi menggerus kualitas program sekaligus merugikan negara.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan pihaknya tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas kepada mitra yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Mitra yang mark up harga gila-gilaan dan menekan Kepala SPPG, pengawas gizi dan pengawas keuangan, akan saya minta kedeputian Tauwas untuk suspend tanpa pemberian insentif karena termasuk pelanggaran berat,” kata Nanik di Jakarta, Minggu (29/3).

Menurutnya, praktik semacam itu bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan mencederai tujuan utama program yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat.

Ia juga menyoroti sikap sebagian mitra yang dinilai tetap mencari keuntungan berlebih meski sudah menerima insentif dari pemerintah.

“Saya minta untuk tidak diberikan insentif juga karena mitra yang demikian tidak akan pernah puas. Sudah dikasih insentif, masih saja nakal mark up harga bahan baku,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, BGN akan menjatuhkan sanksi penghentian operasional sementara selama satu minggu bagi mitra yang terbukti melanggar. Masa suspend itu disebut sebagai waktu untuk evaluasi sekaligus komitmen perbaikan.

Baca Juga: H-1 MBG Kembali Beroperasi, Relawan SPPG Jakbar Gas Pol Bersihkan Dapur

“Kita suspend satu minggu sampai mereka membuat pernyataan tidak mark up harga dan tidak monopoli menjadi supplier sendiri. Itu pelanggaran berat,” tegas Nanik.

BGN berharap peringatan ini menjadi alarm bagi seluruh mitra menjelang dimulainya operasional SPPG. Dengan pengawasan yang diperketat, program MBG ditargetkan berjalan lebih transparan dan tidak menyimpang dari tujuan awalnya.

Load More