-
Rudal Iran menghantam tanki penyimpanan minyak di Haifa hingga memicu kebakaran hebat.
-
Pemerintah Israel memastikan tidak ada korban jiwa dan stok bahan bakar tetap aman.
-
Garda Revolusi Iran mengklaim serangan sejak Sabtu menargetkan fasilitas energi dan bandara.
Infrastruktur kilang minyak yang terletak dekat pangkalan angkatan laut ini sejatinya sudah sering menjadi target utama.
Fasilitas yang lebih dikenal dengan nama Bazan tersebut sebelumnya pernah mengalami kerusakan cukup serius pada 20 Maret lalu.
Bahkan dalam catatan konflik Juni silam kilang ini terpaksa berhenti beroperasi total selama hampir dua pekan.
Hal itu terjadi setelah unit pembangkit listrik dan uap miliknya hancur lebur akibat hantaman rudal dari pihak Teheran.
Kerentanan lokasi ini memang menjadi perhatian khusus bagi intelijen Israel mengingat posisinya yang sangat strategis secara ekonomi.
Di sisi lain Korps Garda Republik Islam Iran atau IRGC secara terbuka menyatakan bertanggung jawab atas operasi militer ini.
Pihak Teheran menyebutkan bahwa target operasi mereka sejak Sabtu lalu mencakup wilayah Haifa dan fasilitas logistik lainnya.
Salah satu target utama yang disebut dalam klaim tersebut adalah area penyimpanan bahan bakar dekat Bandara Ben Gurion.
Informasi ini diperkuat oleh laporan dari kantor berita Tasnim yang memantau pergerakan unit rudal jarak jauh mereka.
Baca Juga: IESR Soroti Krisis Energi Akibat Selat Hormuz: WFH Hanya Solusi Sementara
Serangan ini dianggap sebagai balasan strategis atas ketegangan geopolitik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah belakangan ini.
Keberhasilan rudal Iran menembus perimeter pertahanan udara di Haifa menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas sistem pencegat.
Meskipun korban jiwa nihil namun kerusakan pada aset ekonomi tetap memberikan tekanan psikologis bagi stabilitas pasar energi lokal.
Israel kini dilaporkan tengah memperketat penjagaan di seluruh zona industri yang memiliki risiko ledakan tinggi akibat serangan udara.
Upaya perbaikan pada tanki yang terbakar mulai dilakukan secara bertahap sambil terus memantau pergerakan militer lawan.
Ketegangan antara kedua negara ini diprediksi akan terus berlanjut dengan target-target infrastruktur yang semakin meluas dan berbahaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel