- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyerukan agar negara-negara Arab bersatu untuk segera mengusir pasukan militer AS dari kawasan Timur Tengah.
- Iran mengeklaim bahwa payung keamanan AS terbukti tidak efektif dan menyebut Washington kini mengemis bantuan Tiongkok untuk amankan Selat Hormuz.
- Perang meletus pasca pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei oleh AS-Israel pada 28 Februari, memicu aksi saling balas serangan rudal tanpa henti.
Situasi maritim yang semakin genting ini memaksa Presiden AS Donald Trump untuk mulai berbicara melalui platform Truth Social pada hari Sabtu lalu.
Trump meminta negara-negara yang terdampak melakukan upaya penutupan jalur laut tersebut untuk segera mengirimkan armada kapal perang mereka.
Ia secara spesifik menyebut nama Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, hingga Inggris untuk berkontribusi menjaga perairan tetap terbuka dan aman.
Merespons permintaan tersebut, juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington segera memberikan pernyataan resmi kepada jaringan berita CNN.
Pihak Beijing menegaskan bahwa permusuhan harus segera dihentikan karena "semua pihak mempunyai tanggung jawab untuk menjamin pasokan energi yang stabil dan tanpa hambatan."
Kedutaan besar Tiongkok juga menyatakan komitmen mereka untuk terus menjadi mediator yang netral dalam krisis geopolitik tersebut.
“Sebagai teman tulus dan mitra strategis negara-negara Timur Tengah, Tiongkok akan terus memperkuat komunikasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pihak-pihak yang berkonflik, dan memainkan peran konstruktif dalam deeskalasi dan pemulihan perdamaian.”
Konflik berskala besar ini sendiri bermula dari operasi militer tanpa intimidasi yang dilancarkan oleh AS dan rezim Zionis pada tanggal 28 Februari silam.
Gempuran mematikan tersebut telah merenggut nyawa Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah komandan militer dan warga sipil.
Baca Juga: Langit Mencekam! Rudal Kiamat Iran Gempur Israel, Kilang Minyak Meledak
Sebagai bentuk balasan, angkatan bersenjata Teheran terus membombardir berbagai posisi strategi Amerika dan Israel menggunakan gelombang serta rudal pesawat tak berawak.
Berita Terkait
-
Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'
-
Harga Minyak Makin Mendidih: Iran Serang Tanker, Israel Intens Serbu Lebanon
-
Siap-siap Rakyat Indonesia Bisa Ikut Merana Jika Amerika Invasi Iran
-
Rudal Iran Hantam Fasilitas Penyimpanan Minyak Israel
-
Purbaya Ungkap Langkah Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Global
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Lawan Penangkapan 'Sewenang-wenang', Roy Suryo Hadapi Jawaban Polda Metro di Sidang Praperadilan
-
Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah
-
Jelang Vonis, Nadiem Makarim: Allah Tidak Akan Pernah Meninggalkan Saya
-
Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan
-
Kemensos Ungkap Alasan Libatkan Taruna TNI di Sekolah Rakyat
-
Mawar Kuning dan Tangis Haru Nadiem Makarim Jelang Sidang Vonis
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 1.719 Jiwa, Hampir 50 Ribu Orang Hilang
-
Pendukung hingga Driver Gojek Padati PN Jakpus, Polisi Siaga Jelang Vonis Nadiem
-
Siapa Lucas Trejo? Pesepakbola Argentina Sedih Istri dan 2 Anaknya Tewas di Gempa Venezuela
-
Kemhan Setop Latsarmil SPPI! Latihan Fisik Dikurangi dan Menembak Dihapus Usai 5 Peserta Tewas