- Iran meluncurkan rudal yang menyerang kompleks minyak Israel di Haifa pada Senin (30/3/2026), memanaskan kembali situasi keamanan regional.
- Serangan tersebut mengakibatkan kebakaran besar pada fasilitas tangki dan penyulingan minyak, meski pertahanan udara Israel sempat mencegat beberapa proyektil.
- Otoritas menyatakan insiden telah ditangani tanpa korban jiwa, dan pasokan energi nasional dijamin tidak akan terganggu.
Suara.com - Situasi keamanan di Timur Tengah kembali memanas setelah serangkaian rudal yang diluncurkan oleh Iran menghantam kompleks pengolahan dan penyimpanan minyak milik Israel di Haifa pada Senin (30/3/2026) waktu setempat.
Serangan ini menandai babak baru dalam ketegangan antarnegara yang berdampak langsung pada infrastruktur energi vital di wilayah pesisir tersebut.
Meskipun sistem pertahanan udara Israel mengeklaim telah berhasil mencegat sejumlah proyektil, puing-puing rudal yang jatuh dilaporkan tetap mengenai sasaran sensitif.
Fasilitas tangki dan penyulingan minyak di Haifa menjadi area yang terdampak paling parah, memicu kebakaran yang cukup besar di lokasi kejadian.
Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa intensitas serangan ini cukup serius hingga menyebabkan asap hitam pekat membubung tinggi ke langit Haifa.
Petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi mengonfirmasi bahwa salah satu tangki penyimpanan minyak di dalam pabrik mengalami hantaman langsung.
Kendati terjadi kebakaran hebat, otoritas keamanan dan tim penyelamat segera melakukan lokalisir area untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap pemukiman warga sekitar.
Komandan pemadam kebakaran, Eitan Rifa memberikan pernyataan resmi terkait penanganan darurat tersebut.
"Insiden tersebut telah sepenuhnya ditangani. Tidak ada korban jiwa, tidak ada risiko bahan berbahaya, dan tidak ada bahaya bagi masyarakat," kata komandan pemadam kebakaran Eitan Rifa, dikutip dari Reuters.
Baca Juga: Daftar Orang Penting Iran Dibunuh Amerika dan Israel dalam Sebulan Perang
Di sisi lain, Menteri Energi Israel, Eli Cohen, berusaha menenangkan pasar energi dengan menyatakan bahwa fasilitas produksi inti tidak mengalami kerusakan permanen.
Ia menjamin bahwa distribusi dan pasokan bahan bakar nasional tidak akan terganggu oleh insiden di Haifa tersebut.
Berita Terkait
-
Langit Mencekam! Rudal Kiamat Iran Gempur Israel, Kilang Minyak Meledak
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pasukan Segera Ditarik Pulang
-
Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF
-
Israel Respon 3 TNI Tewas Kena Ledakan di Lebanon
-
IESR Soroti Krisis Energi Akibat Selat Hormuz: WFH Hanya Solusi Sementara
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Eks Intelijen Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Ini Upaya Kudeta Merayap!
-
Para Pembela Andrie Yunus Mulai Terima Ancaman Teror
-
Antrean SPBU Mengular, Warga Berbondong-Bondong Isi BBM Sebelum Perubahan Harga
-
Misteri Pelimpahan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Puspom TNI, Kuasa Hukum: Tak Ada Alasan Hukumnya
-
Langit Mencekam! Rudal Kiamat Iran Gempur Israel, Kilang Minyak Meledak
-
Penetapan Tersangka Baru Kasus Haji Patahkan Klaim Yaqut Tak Terima Uang
-
MBG Dibagikan Lagi, BGN Ancam Suspend SPPG yang Mark Up Bahan Baku: Gila-gilaan, Langsung Disanksi
-
Pesan Haru Keluarga Andrie Yunus di DPR: Orang Lampung Itu Pelampung Penyelamat Demokrasi
-
Setahun Prabowo: Deforestasi Melonjak, Potensi 'Juara Dunia' Hutan Gundul
-
TAUD: Belasan Orang Terlibat Operasi Intelijen Serang Aktivis KontraS