News / Metropolitan
Selasa, 31 Maret 2026 | 13:39 WIB
Ilustrasi penggerebekan.)
Baca 10 detik
  • Dua pria penyu8ka sesama jenis digerebek di sebuah kontrakan di Tambora, Jakarta Barat, pada Senin (30/3/2026).
  • Polisi memastikan pertemuan tersebut bukan prostitusi online, melainkan pertemuan penyuka sesama jenis yang berawal dari aplikasi kencan.
  • Pihak kepolisian tidak menemukan unsur pidana, sehingga kedua pria tersebut hanya akan dilakukan pembinaan oleh Polsek Tambora.

Suara.com - Aksi penggerebekan oleh warga terhadap dua pria di kawasan Tambora, Jakarta Barat, viral di media sosial. Dalam video yang beredar, salah satu pria tampak dicecar warga, bahkan disudutkan dengan pertanyaan terkait orientasi seksualnya.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Kedua pria tersebut lebih dulu diamankan warga dan dibawa ke pos RW sebelum polisi datang ke lokasi setelah menerima laporan saat patroli.

Kanit Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara menegaskan, penggerebekan tersebut tidak berkaitan dengan praktik prostitusi online seperti yang ramai dipersepsikan publik.

"Posisinya mereka bukan praktik prostitusi online. Jadi suka sama suka, ketemu di aplikasi kencan, tapi memang sudah dipantau warga,” ungkap Sudrajat kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, kedua pria tersebut diketahui saling mengenal melalui aplikasi kencan. Mereka lalu sepakat bertemu tanpa adanya transaksi atau pihak ketiga.

"Mereka janjian dari aplikasi kencan tapi yang sesama jenis. Tidak ada mucikari, tidak ada tarif, tidak ada yang ambil untung,” jelas Sudrjat.

Sudrajat juga memastikan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

"Untuk LGBT ini belum bisa dijerat, paling kami bina saja,” katanya.

Menurut Sudrajat kedua pria tersebut kekinian masih berada di Polsek Tambora untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Sosial terkait langkah pembinaan.

Baca Juga: Temukan Suami Meninggal Kelelahan, Istri Menyesal Cuek karena Penghasilan Tak Menentu

Load More