News / Nasional
Selasa, 31 Maret 2026 | 14:59 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPR RI mengapresiasi pemerintah karena menunda rencana penyesuaian harga BBM bersubsidi maupun non-subsidi.
  • Pemerintah, melalui Mensesneg, secara resmi mengumumkan tidak ada kenaikan harga BBM per 1 April 2026.
  • Isu kenaikan BBM sempat memicu keresahan dan antrean di SPBU, DPR mengimbau masyarakat tidak panik.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah atas keputusan untuk tidak melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi.

Pernyataan ini merespons pengumuman resmi dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) yang menepis isu kenaikan harga BBM per 1 April besok.

Dasco menyebut langkah pemerintah merupakan hasil komunikasi yang baik serta bentuk kepekaan terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk dari Dewan Perwakilan Rakyat.

"Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia memberikan apresiasi kepada pemerintah yang setelah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, serta mendengarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk DPR RI, barusan tadi sudah diumumkan bahwa pemerintah belum berencana melakukan penyesuaian harga BBM," ujar Dasco di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Politisi Partai Gerindra ini mengakui adanya keresahan di tengah masyarakat akibat isu kenaikan harga yang beredar luas.

Berdasarkan pantauan DPR, isu tersebut sempat memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah.

"Kami monitor hari ini terjadi beberapa antrean di beberapa daerah di pom-pom bensin. Kami imbau dengan adanya pengumuman dari pihak pemerintah bahwa belum adanya rencana penyesuaian harga BBM, masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu melakukan antrean," tegasnya.

Lebih lanjut, Dasco memberikan peringatan keras kepada oknum-oknum tertentu agar tidak memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan pribadi melalui tindakan ilegal.

"Masyarakat tidak perlu melakukan antrean, dan terlebih lagi melakukan penimbunan terhadap BBM," ujarnya.

Baca Juga: 7 Penyebab Motor Matic Boros BBM dan Cara Mengatasinya, Cek Sekarang

Ia memastikan bahwa berdasarkan hasil komunikasinya dengan pihak eksekutif, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh untuk terus memantau situasi energi nasional dan menjamin kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

"Komitmen dari Presiden Prabowo akan terus memonitor dan tetap menjaga kebutuhan masyarakat akan BBM tersebut. Sekali lagi kami sampaikan apresiasi kepada pihak pemerintah untuk hal ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan pernyataan resmi menanggapi isu rencana penyesuaian atau kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berkembang di masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.

Prasetyo menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui proses koordinasi antara pemerintah, Kementerian ESDM, dan Pertamina, serta didasarkan pada petunjuk langsung dari Presiden.

"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," ujar Prasetyo Hadi dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Load More