-
Tiga prajurit TNI gugur akibat serangan ledakan saat menjalankan misi UNIFIL di Lebanon.
-
Wakil RI membacakan nama para korban di depan sidang darurat Dewan Keamanan PBB.
-
Indonesia mengutuk keras serangan tersebut dan menuntut perawatan maksimal bagi korban luka.
Peristiwa tragis yang menimpa mereka terjadi di wilayah Bani Hayyan saat serangan mendadak menghantam rombongan tersebut.
Pemerintah Indonesia secara tegas menyatakan bahwa aksi pembunuhan terhadap personel keamanan internasional tidak bisa dimaafkan.
Simbol Harapan yang Terluka
"Ini adalah kerugian besar bagi Indonesia. Ini juga merupakan kerugian besar bagi kita semua, bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa, bagi Dewan ini, dan bagi setiap komunitas yang memandang pasukan penjaga perdamaian sebagai simbol harapan dan pemulihan," imbuh dia.
Selain merenggut tiga nyawa, insiden tersebut juga menyebabkan lima anggota militer Indonesia lainnya mengalami luka-luka.
Daftar prajurit yang terluka mencakup Kapten Sultan Wiryan Maulana serta Kopral Rico Pramudia yang tengah dirawat.
Kopral Arif Kurniawan, Kopral Bayu Prakoso, dan Kadet Denny Rianto juga masuk dalam daftar korban luka.
Rangkaian serangan di Lebanon Selatan ini terjadi secara beruntun hanya dalam kurun waktu dua hari saja.
Kronologi Serangan Dua Hari Berturut-turut
Baca Juga: Kata-kata UNIFIL soal 2 Personel TNI Tewas karena Ledakan di Lebanon
Ledakan mematikan di sekitar wilayah Bani Hayyan terjadi pada hari Senin tanggal 30 Maret tahun 2026.
Insiden tersebut menewaskan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar serta Sertu Muhammad Nur Ichwan di lokasi kejadian.
Sehari sebelumnya pada tanggal 29 Maret, maut lebih dulu menjemput Kopral Farizal Rhomadhon di medan tugas.
Farizal tewas setelah proyektil ledakan menghantam area di sekitar tempatnya berjaga di wilayah Adchit Al Qusayr.
Indonesia menggunakan forum resmi PBB tersebut untuk menyuarakan kecaman paling keras atas tindakan kekerasan tersebut.
Tuntutan Tegas Pemerintah Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Belajar dari Zebra Cross 'Pac-Man', Pemprov DKI Diminta Wadahi Kreativitas Warga di Fasilitas Publik
-
Perang Iran di Depan Mata? Ribuan Tentara AS Mendarat, Trump Minta Negara Arab 'Bayar' Perang
-
DPR Minta Pemerintah Awasi Ketat ASN yang WFH Jumat: Harus Benar-benar Kerja!
-
Waspada Kemarau Panjang 2026, DPR RI Minta Kemenhut Perkuat Koordinasi Cegah Karhutla
-
Amerika Serikat Catut Dunia Tak Akui Iran Kuasai Selat Hormuz
-
Viral Spanduk 'TNI Pembunuh' di JPO Jakarta, Satpol PP: Hanya Konten, Langsung Dibongkar
-
Warga Aceh Dikeroyok di Markas Polda Metro, Mualem Berang: Polisi Harus Lindungi, Bukan Membiarkan!
-
Warteg di Manggarai Hangus Terbakar Usai Ledakan Gas, Kerugian Capai Rp230 Juta
-
Status Tahanan Rumah Eks Menag Yaqut Bikin Geger, Dewas KPK Turun Tangan
-
Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!