-
Tiga prajurit TNI gugur akibat serangan Israel saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
-
Pemerintah Indonesia menyampaikan kemarahan besar dan duka mendalam di sidang Dewan Keamanan PBB.
-
Indonesia mengutuk keras serangan keji tersebut dan menuntut perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian.
Suara.com - Situasi diplomatik di markas besar PBB memanas menyusul insiden berdarah yang menimpa personel militer Indonesia TNI.
Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, secara terbuka menyatakan rasa duka mendalam sekaligus kegeraman yang luar biasa.
Pernyataan emosional tersebut disampaikan langsung di hadapan utusan Israel dalam forum resmi internasional di New York.
Langkah diplomatik ini diambil sebagai respon atas gugurnya tiga penjaga perdamaian asal Indonesia di wilayah Lebanon.
Momentum tersebut terjadi dalam sebuah sidang darurat yang digelar oleh Dewan Keamanan PBB pada Selasa kemarin.
Umar Hadi hadir untuk menyuarakan aspirasi bangsa yang sedang berduka akibat hilangnya nyawa para ksatria negara.
Dalam ruangan tersebut, hadir pula Danny Danon yang merupakan perwakilan diplomatik tetap dari pihak Israel.
Utusan Indonesia ini memulai pidatonya dengan menekankan betapa besarnya gelombang solidaritas dari tanah air.
"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih, atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan rasa duka cita, kemarahan, dan frustrasi lebih dari 285 juta penduduk Indonesia," kata Umar.
Baca Juga: Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel
Aspirasi ini mencerminkan luka mendalam yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
Umar juga meyakini bahwa perasaan terluka ini tidak hanya milik bangsa Indonesia semata melainkan dunia.
Beliau mengaku sangat tersentuh dengan banyaknya aliran dukungan yang masuk dari berbagai negara sahabat di dunia.
Simpati global mengalir deras setelah kabar mengenai jatuhnya korban dari pihak militer Indonesia mulai tersebar luas.
Solidaritas ini menjadi bukti bahwa serangan terhadap misi kemanusiaan adalah pelanggaran yang tidak bisa dimaafkan.
Di dalam forum yang sangat terhormat tersebut, Umar memutuskan untuk memberikan penghormatan khusus bagi para korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang
-
Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?
-
Perkuat Ekonomi Rakyat, Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih: Ini Hari yang Penting!
-
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR: Indonesia Darurat Perlindungan Anak di Ruang Digital