News / Internasional
Rabu, 01 April 2026 | 10:39 WIB
Indonesia mengecam keras serangan Israel yang menewaskan tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL.
Baca 10 detik
  • Tiga prajurit TNI gugur akibat serangan Israel saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

  • Pemerintah Indonesia menyampaikan kemarahan besar dan duka mendalam di sidang Dewan Keamanan PBB.

  • Indonesia mengutuk keras serangan keji tersebut dan menuntut perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian.

Nama-nama prajurit yang gugur dalam tugas mulia itu disebutkan satu per satu untuk dikenang oleh dunia.

Seketika suasana ruang sidang menjadi hening saat nama-nama pahlawan bangsa itu mulai menggema di sana.

Ketiga personel TNI tersebut diketahui sedang menjalankan mandat internasional di bawah bendera UNIFIL saat insiden terjadi.

Farizal Rhomadhon dilaporkan mengembuskan napas terakhir saat bertugas menjaga pos penjagaan Indonesia di wilayah Ashid Al-Khuzair.

Sementara itu, dua rekan seperjuangannya menghadapi maut saat sedang menjalankan misi penting di lokasi yang berbeda.

Zulmi dan Ikhwan dinyatakan gugur ketika rombongan kendaraan logistik mereka menjadi target serangan di daerah Bani Hayyan.

Indonesia secara tegas memandang insiden pembunuhan terhadap personel penjaga perdamaian ini sebagai tindakan yang melampaui batas.

Kematian tiga anggota TNI ini terjadi dalam rentetan waktu yang sangat singkat di wilayah konflik Lebanon Selatan.

Hanya dalam kurun waktu dua hari, militer Indonesia harus kehilangan putra-putra terbaiknya akibat aksi militer Israel.

Baca Juga: Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel

Tragedi pertama terjadi pada 29 Maret ketika sebuah ledakan proyektil menghantam area di sekitar Adchit Al Qusayr.

Ledakan mematikan tersebut merenggut nyawa Kopral Farizal Rhomadhon yang sedang bersiaga di garis depan misi.

Keesokan harinya, tepat pada Senin 30 Maret, serangan kembali terjadi dan menyasar dua prajurit lainnya.

Duka Mendalam di Lokasi Bani Hayyan

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur akibat efek ledakan hebat di dekat Bani Hayyan.

Keduanya sedang berupaya memastikan pasokan logistik bagi pasukan perdamaian tetap terpenuhi di wilayah yang rawan.

Load More