-
Tiga prajurit TNI gugur akibat serangan Israel saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
-
Pemerintah Indonesia menyampaikan kemarahan besar dan duka mendalam di sidang Dewan Keamanan PBB.
-
Indonesia mengutuk keras serangan keji tersebut dan menuntut perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian.
Nama-nama prajurit yang gugur dalam tugas mulia itu disebutkan satu per satu untuk dikenang oleh dunia.
Seketika suasana ruang sidang menjadi hening saat nama-nama pahlawan bangsa itu mulai menggema di sana.
Ketiga personel TNI tersebut diketahui sedang menjalankan mandat internasional di bawah bendera UNIFIL saat insiden terjadi.
Farizal Rhomadhon dilaporkan mengembuskan napas terakhir saat bertugas menjaga pos penjagaan Indonesia di wilayah Ashid Al-Khuzair.
Sementara itu, dua rekan seperjuangannya menghadapi maut saat sedang menjalankan misi penting di lokasi yang berbeda.
Zulmi dan Ikhwan dinyatakan gugur ketika rombongan kendaraan logistik mereka menjadi target serangan di daerah Bani Hayyan.
Indonesia secara tegas memandang insiden pembunuhan terhadap personel penjaga perdamaian ini sebagai tindakan yang melampaui batas.
Kematian tiga anggota TNI ini terjadi dalam rentetan waktu yang sangat singkat di wilayah konflik Lebanon Selatan.
Hanya dalam kurun waktu dua hari, militer Indonesia harus kehilangan putra-putra terbaiknya akibat aksi militer Israel.
Baca Juga: Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel
Tragedi pertama terjadi pada 29 Maret ketika sebuah ledakan proyektil menghantam area di sekitar Adchit Al Qusayr.
Ledakan mematikan tersebut merenggut nyawa Kopral Farizal Rhomadhon yang sedang bersiaga di garis depan misi.
Keesokan harinya, tepat pada Senin 30 Maret, serangan kembali terjadi dan menyasar dua prajurit lainnya.
Duka Mendalam di Lokasi Bani Hayyan
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur akibat efek ledakan hebat di dekat Bani Hayyan.
Keduanya sedang berupaya memastikan pasokan logistik bagi pasukan perdamaian tetap terpenuhi di wilayah yang rawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Kunjungan Perdana ke Korea, Prabowo Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Korsel
-
Apresiasi Harga BBM Tak Naik, Komisi VI DPR Sebut Presiden Prabowo Siap Hadapi Dinamika Global
-
Amsal Sitepu Divonis Bebas dari Dakwaan Korupsi, Sahroni Ingatkan Penegak Hukum: Harus Buka Hati
-
Parkir Ganda dan Jukir Liar di Blok M Square: Pengelola Akui Sudah Ditertibkan, Tapi Kerap Kembali
-
Andre Rosiade Ungkap Strategi Rahasia Prabowo sehingga Harga BBM Tak Naik
-
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Prabowo Didesak Kecam AS-Israel dan Tarik Diri dari BoP
-
Menlu Iran Tantang AS, Sebut Serangan Darat Tak Akan Terjadi
-
PBB Minta Israel Batalkan UU Hukuman Mati Warga Palestina
-
Lebaran Gaya Sultan, Wamenhub Suntana Ungkap Lonjakan Order Jet Pribadi di Tengah Konflik Global
-
Tembok TPS Pasar Induk Kramat Jati Roboh Diterjang Gunungan Sampah, Warga: Takut Ambruk Lagi