-
Harga bensin di Amerika Serikat naik 35 persen akibat dampak konflik bersenjata melawan Iran.
-
Warga Amerika mengeluhkan biaya hidup yang melonjak tajam hingga harus menggunakan uang tabungan pribadi.
-
Krisis energi global menyebabkan harga minyak dunia melampaui angka US$100 per barel saat ini.
Pemicu utama tetap tertuju pada krisis energi yang merupakan buntut panjang dari peperangan yang terjadi di Iran.
Luis Ramos yang berdomisili di New York City merasa biaya hidup saat ini sudah benar-benar tidak masuk akal.
Pemuda berusia 26 tahun tersebut menyuarakan keberatannya saat mengisi bahan bakar di wilayah New Jersey baru-baru ini.
Bagi pekerja muda, kenaikan harga energi secara drastis merupakan pukulan telak bagi stabilitas finansial jangka panjang mereka.
Seorang warga bernama David Lee juga merasakan beban finansial tambahan yang signifikan setiap kali melakukan pengisian tangki.
Pria berusia 39 tahun tersebut memperkirakan adanya pengeluaran ekstra sebesar 10 dolar setiap kali ia mampir ke pom.
Meskipun profesinya sebagai dokter anestesi memberikan gaji yang cukup, ia melihat rekan-rekannya mulai membatasi intensitas berkendara.
Banyak warga yang kini lebih memilih untuk tinggal di rumah demi menghemat pengeluaran bahan bakar yang tidak stabil.
Kritik tajam juga datang dari Joseph Crouch yang menganggap pemerintah tidak memiliki arah kebijakan energi yang jelas.
Baca Juga: Panas! Iran Tolak Gencatan Senjata Perang
Pria berusia 77 tahun tersebut kini jarang mengemudi karena merasa tarif bensin sudah berada di luar logika.
"Ini konyol. Harganya sangat tinggi. Saya rasa pemerintah tidak tahu apa yang mereka lakukan," gerutunya.
Masyarakat merasa mereka adalah pihak yang paling dirugikan dan harus menanggung beban ekonomi dari keputusan politik luar negeri.
Fred Koester yang sudah berumur 78 tahun secara terang-terangan melabeli konflik tersebut sebagai sebuah peperangan yang bodoh.
Ia berpendapat bahwa keterlibatan militer tersebut tidak diperlukan dan hanya mendatangkan kesialan bagi rakyat Amerika Serikat sendiri.
Sejak meletus pada akhir Februari lalu, perseteruan ini memang telah mengacaukan jalur distribusi energi secara global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang
-
Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?
-
Perkuat Ekonomi Rakyat, Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih: Ini Hari yang Penting!