Suara.com - Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) merupakan kode pengenal identitas siswa yang bersifat unik, standar, dan berlaku sepanjang masa.
NISN sangat krusial karena digunakan untuk berbagai keperluan administrasi pendidikan, mulai dari pendaftaran ujian nasional, seleksi masuk perguruan tinggi, hingga urusan beasiswa.
Namun, terkadang terjadi kesalahan ketik pada data pendukung NISN, seperti nama lengkap, tempat lahir, atau tanggal lahir yang tidak sesuai dengan Akta Kelahiran.
Jika Anda mengalami hal ini, jangan panik! Memperbaiki data NISN yang salah sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan.
Berikut adalah beberapa cara praktis yang bisa Anda lakukan untuk mengupdate atau memperbaiki data NISN agar kembali valid.
1. Perbaikan Melalui Pihak Sekolah
Metode ini adalah cara yang paling efektif dan sangat dianjurkan oleh Kementerian Pendidikan, terutama bagi siswa yang statusnya masih aktif bersekolah.
- Hubungi Operator Sekolah: Langkah pertama adalah melapor ke bagian tata usaha atau operator Dapodik (Data Pokok Pendidikan) di sekolah asal Anda.
- Siapkan Dokumen Resmi: Bawa berkas pendukung asli dan fotokopi untuk diverifikasi oleh petugas. Dokumen utama yang wajib dibawa adalah Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran.
- Proses Pengeditan di Sistem Verval PD: Operator sekolah nantinya akan membuka akun khusus bernama Verval PD untuk melakukan penyuntingan identitas siswa yang keliru, seperti NIK, nama, serta tempat dan tanggal lahir.
- Menunggu Persetujuan: Setelah data diperbaiki oleh operator, pengajuan tersebut akan diteruskan ke sistem pusat. Anda hanya perlu menunggu proses persetujuan dan sinkronisasi data selesai.
2. Perbaikan Secara Mandiri oleh Siswa atau Orang Tua
Jika Anda ingin mencoba memperbaikinya secara mandiri tanpa harus mengandalkan operator sekolah terlebih dahulu, Kemdikbud menyediakan jalur pengajuan online yang bisa diakses publik.
Baca Juga: Anggota Brimob di Marla Diduga Aniaya Siswa MTs hingga Tewas, DPR: Ini Sungguh Keji dan Biadab!
- Kunjungi situs resmi NISN Kemdikbud melalui peramban di ponsel atau komputer Anda.
- Pilih menu "Pencarian" lalu masukkan data yang saat ini terdaftar di sistem (biasanya membutuhkan nomor NISN dan nama ibu kandung).
- Jika identitas Anda sudah muncul di layar, carilah tombol atau menu khusus untuk pengajuan perbaikan data.
- Isilah kolom data dengan informasi yang benar sesuai dengan data yang tertulis di Kartu Keluarga (KK) Anda. Jika sudah yakin benar, klik "Ajukan Perubahan".
- Pantau terus status pengajuan Anda di situs tersebut secara berkala untuk memastikan perbaikan data Anda disetujui oleh pusat.
3. Solusi Khusus untuk Alumni dan Siswa Gap Year
Bagaimana jika siswa sudah terlanjur lulus sekolah namun datanya masih salah? Tenang saja, Anda tidak perlu kembali ke sekolah lama jika dirasa merepotkan. Pemerintah telah menyediakan laman khusus bernama Verval Lulusan.
Portal ini sengaja dibuat agar para alumni tetap bisa memvalidasi data NISN mereka secara mandiri demi keperluan melanjutkan studi atau melamar pekerjaan.
Catatan Penting yang Wajib Diingat
Sebelum Anda mengajukan perbaikan data, pastikan Anda memahami tiga aturan mendasar ini:
- Nomor NISN Tidak Bisa Berubah: Angka NISN Anda itu permanen dan berlaku seumur hidup. Proses perbaikan ini tidak akan mengganti nomor NISN Anda, melainkan hanya memperbaiki data biodata yang melekat pada nomor tersebut.
- Ada Waktu Sinkronisasi: Hasil perbaikan data tidak langsung berubah seketika. Sistem membutuhkan waktu beberapa hari kerja untuk melakukan sinkronisasi data ke seluruh jaringan nasional.
- Pastikan NIK Valid: Sistem NISN saat ini terintegrasi erat dengan data kependudukan. Pastikan nomor NIK dan data di Kartu Keluarga Anda sudah online serta valid di kantor Dukcapil setempat agar pengajuan perbaikan tidak ditolak otomatis oleh sistem.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Menimbang Ulang Sekolah Daring di Tengah Krisis Global
-
Apakah Cek Pengumuman SNBP Harus Pakai NISN? Simak Penjelasan Lengkapnya
-
2 Cara Cek NISN Online untuk Pencairan PIP dan Validasi Data Siswa
-
Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi
-
Pembatasan AI bagi Siswa SD hingga SMA: Melindungi atau Mengancam Masa Depan Anak Bangsa?
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
Terkini
-
Kejagung Geledah Kantor KSOP Kalsel dan Kalteng Terkait Kasus Korupsi Samin Tan
-
Soal WFH ASN Jumat, Legislator PDIP Beri Sindiran: Saya Bingung, Apa Dasarnya Memilih Long Weekend?
-
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gibran Sampaikan Duka Cita: Saya Dukung Penuh Investigasi PBB
-
Masih Berlangsung, KPK Geledah Rumah Ono Surono di Kasus Suap Ijon Bekasi
-
Deforestasi Indonesia Melonjak 66 Persen di 2025, Papua hingga Kalimantan Paling Terdampak
-
Tentara Israel soal TNI Tewas di Lebanon: Kejadian Begitu Biasa di Area Pertempuran
-
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Investigasi Menyeluruh: Jangan Terburu-Buru Tarik Pasukan
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Geger Kasus Amsal Sitepu, DPR akan Panggil Kajari Karo, Singgung Ada Perlawanan dari APH Kotor
-
'Hilal' Perang Iran Berakhir Sudah Terlihat