- angihut Sinaga menerima aduan korban pelecehan seksual di Jakarta pada Rabu, 1 April 2026.
- Korban melaporkan penanganan kasus di kepolisian yang telah berjalan selama satu tahun namun belum mendapatkan kepastian hukum.
- Mangihut akan berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan untuk menindaklanjuti hambatan perkara.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Mangihut Sinaga, menerima pengaduan langsung dari masyarakat terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang dinilai jalan di tempat selama satu tahun di aparat penegak hukum (APH).
Pengaduan tersebut disampaikan oleh korban, Rully Indah Sari, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
Mangihut menyatakan keprihatinannya atas lambannya penanganan perkara tersebut yang dilaporkan sejak April 2025 namun hingga kini belum memberikan kepastian hukum.
“Jadi, Saya menerima pengaduan masyarakat. Ini Ibu Rully, datang, selaku juga keluarga daripada Golkar datang ke ruangan saya ini, mengadukan dia korban Pelecehan seksual atau yang dilakukan oleh orang lain, saya juga belum tahu,” kata Mangihut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.
Sebagai anggota komisi yang membidangi hukum, Mangihut menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan ini melalui fungsi pengawasan DPR.
Ia berencana melakukan koordinasi intensif dengan kepolisian dan kejaksaan untuk mencari tahu hambatan dalam penanganan kasus tersebut.
“Nah, oleh karena itu, saya sebagai anggota DPR RI di Komisi 3 karena tugas kami, mengawasi daripada penegakan hukum dan akan saya terima laporan ini, saya akan koordinasikan dengan teman-teman para penegakan hukum, APH, yaitu kejaksaan dan kepolisian sejauh mana perkembangan daripada kasus tersebut, apa kendalanya,” ujarnya.
Mantan jaksa ini secara spesifik menyebut akan melakukan pengecekan ke Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi terkait status perkara yang disebut "bolak-balik" tanpa kejelasan selama setahun terakhir.
“Jadi saya hanya menerima dalam rangka mengecek kembali kepada teman-teman para penegak hukum, khususnya kejaksaan dan kepolisian Polda Metro Jaya dan kejaksaan tinggi yang menangani perkara tersebut, apa kendalanya, sudah satu tahun, bolak-balik perkaranya,” tegas Mangihut.
Baca Juga: Mata Ganti Mata, Gigi Ganti Gigi: Novel Penebusan karya Misha F. Ruli
Ia berharap koordinasi ini dapat mendorong APH untuk bekerja lebih progresif demi memenuhi rasa keadilan bagi korban.
“Jadi kita berkoordinasi dengan pihak APH sana supaya jangan jalan di tempat, tapi harus bisa berproses sesuai dengan rasa keadilan yang diharapkan oleh si korbannya, yaitu Ibu Rully ini,” tambahnya.
Di sisi lain, korban Rully Indah Sari mengungkapkan beban mental yang dirasakannya akibat proses hukum yang berlarut-larut. Ia mengaku sangat mengharapkan bantuan agar kasusnya segera tuntas.
“Sebenarnya saya mau minta bantuan saja, Pak, karena prosesnya sudah terlalu lama, dari 8 April 2025 sampai dengan sekarang pun, satu tahun. Ya, saya juga berat untuk jalan ini, hidup buat besok dan seterusnya,” ungkapnya
Terkait perkembangan terakhir penanganan laporannya, Rully menyebutkan bahwa pihak kepolisian sempat melakukan tindakan pemeriksaan konfrontasi.
“Kalau update sih terakhir, kita melakukan panggilan konfrontir, Pak. Di Polda Metro Jaya,” pungkasnya.
Mangihut memastikan akan terus mengawal jalannya kasus ini hingga tuntas agar aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan transparan dalam menangani kasus pelecehan seksual.
Berita Terkait
-
Intip Wanita Pemandu Kereta Odong-odong di Toilet, ABG 18 Tahun Ditangkap
-
Viral di Bekasi, Dua Perempuan Kejar Pelaku Pelecehan Seksual hingga Diceburkan ke Got
-
Usut Pelecehan Seksual Juri Tahfidz TV Syekh AM, Komisi III DPR Bakal Panggil Korban ke Parlemen
-
Mata Ganti Mata, Gigi Ganti Gigi: Novel Penebusan karya Misha F. Ruli
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Jadwal dan Siaran Langsung Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka 2026
-
Ulasan Ketok Mejik: Aksi Konyol Para Mekanik Mempertahankan Rumah Warisan
-
Promo Agustus di Warung Kopi Klotok, BRI Kasih Diskon Besar!
-
Mesin Pertumbuhan Habis, Ekonomi RI Cuma Hanya Bisa Tumbuh 4,7% di 2027
-
Promo Beli Pertamax Dapat Diskon dan Flash Sale 45 Persen Spesial 17 Agustus 2026
-
Jangan Ketinggalan Promo KFC 17 Agustus 2026, Cek Cara Klaim Voucher di Sini
-
Gaya Hidup Keluarga Makin Dinamis, Akses Nutrisi Berkualitas Jadi Kebutuhan
-
6 Cara Layering Serum yang Benar agar Bahan Aktifnya Bekerja Maksimal
-
Novel Dari Hari ke Hari: Sejarah Besar Diceritakan dari Mata Seorang Bocah
-
The Dream Life of Mr. Kim: Sisi Rentan Pekerja Senior di Dunia Korporat